Kepala Desa Curugsangereng Sukron

TANGERANG – Pemerintah Desa Curugsangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, telah merampungkan tugasnya membangun jalan di desanya pada 2018.

Dana Desa 2018 yang diterima Pemerintah Desa Curugsangereng senilai Rp2,4 miliar telah digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, permodalan badan usaha milik desa (BUMDes), rehabilitasi kantor desa, perpustakaan desa, dan beberapa program lain.

Kepala Desa Curugsangereng Sukron tidak mengatakan bahwa pembangunan jalan di desanya telah mencapai 80 persen. ”Alhamdulillah, Dana Desa kami kelola dengan baik. Untuk infrastruktur, hampir semua jalan di kampung sudah kami bangun, saluran air juga kami rawat. Makanya, tahun 2019 ini, kami kebingungan, infrastruktur (jalan-red) mana lagi yang akan dibangun,” ungkapnya.

Pertanyaan Sukron ini terlontar mengingat jalan-jalan lain (sekira 20 persen) yang sebenarnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa Curugsangereng telah dibangun oleh investor yang menanamkan modalnya di desa ini. Salah satunya, Lippo Group.

Sukron menjelaskan, pembangunan infrastruktur fisik dilakukan oleh pemerintahannya secara merata di tiap kampung. Yakni, Kampung Curugsangereng, Cicayurbubulak, Cicayur Kaler, Sangereng, Kongsibaru, dan Angris (selengkapnya lihat grafis). ”Pembangunan fisiknya mulai dari paving block, betonisasi, uditch (saluran air terbuka-red), dan renovasi kantor desa, hingga pengadaan perpustakaan,” jelasnya.

Penggunaan Dana Desa melalui program pemberdayaan masyarakat juga giat dilakukan. Pemerintah Desa Curugsangereng mengadakan pelatihan pembuatan kue, aneka keripik, menjahit, salon, dan bengkel. Program tersebut melibatkan elemen masyarakat mulai dari ibu-ibu hingga para remaja putus sekolah atau pengangguran.

”Dengan adanya pelatihan tersebut, membuka peluang usaha bagi warga, sehingga bisa meningkatkan ekonomi warga agar lebih sejahtera. Terlebih, sekarang kan susah mencari pekerjaan. Maka, kami adakan berbagai pelatihan agar mereka bisa membuka peluang kerjanya sendiri,” papar Kepala Desa Curugsangereng periode 2017-2021 ini.

Desa Curugsangereng merupakan pemekaran dari Desa Cicalengka pada 1983. Luas wilayahnya 509.190 hektare dengan tingkat perkembangan desa yaitu swakarya.

Jumlah penduduknya 14.019 jiwa. Dari jumlah ini, laki-laki 6.763 jiwa dan perempuan 7.256 jiwa. Profresi penduduk desa ini mayoritas karyawan swasta.

Salah satu bukti keberhasilan program pemberdayaan masyarakat di desa ini adalah bengkel sepeda motor yang dikelola Irfan Maulana. Bengkel ini telah mandiri. Di bengkel ini, Radar Banten melihat setidaknya ada enam sepeda motor yang tengah diperbaiki.

Irfan Maulana tak hanya memperbaiki sendiri sepeda motor yang dipercayakan pemilik kepadanya. Pemuda ini, bahkan mampu menularkan ilmu perbengkelannya kepada para remaja putus sekolah dan pengangguran di Desa Curugsangereng.

Irfan Maulana mendapat bekal perbengkelan dari pelatihan yang diikutinya selama tiga bulan pada 2017. Pelatihan ini atas prakarsa Pemerintah Desa Curugsangereng bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI).

Pemberdayaan masyarakat untuk kaum perempuan, Pemerintah Desa Curugsangereng mengadakan pelatihan menjahit dan membina setidaknya dua usaha kecil mikro menengah (UMKM). Yakni, pembuatan keripik singkong dan getuk singkong. Sayang, Radar Banten tidak bisa langsung menyaksikan dua industri rumahan tersebut, karena tengah libur produksi.

Desa Curugsangereng, saat ini, juga tengah mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gemah Ripah. Kini, BUMDes di samping kantor desa, di Jalan Raya Curug Sangereng Nomor 1, Kelapa Dua, itu sudah memiliki unit usaha fotokopi dan penyediaan alat tulis kantor. ”Ke depan, akan ditambah unit usaha lain. Misalnya air minum, gas elpiji, dan usaha lainnya,” tutup Sukron. (pem/rb/sub)