Kepala Desa Rancabango Pahri Suheri

TANGERANG – Pemerintah Desa Rancabango, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang bertekad menuntaskan pembangunan di desanya tahun ini. Menurut Kepala Desa Rancabango Pahri Suheri, hal ini lantaran pembangunan infrastruktur jalan pada 2018 telah tercapai 90 persen.

        ”Alhamdulillah, infrastruktur sudah 90 persen, yakni dari segi pembangunan jalan dengan paving block dan betonisasi yang merata di seluruh kampung. Warga senang, karena akses jalan sudah nyaman. Tidak becek lagi. Tahun ini, Insya Allah, akan dituntaskan,” tegas Suheri di ruang kerjanya.

        Sarana kesehatan berupa pos pelayanan terpadu (Posyandu) juga menjadi prioritas pembangunan fisik di Desa Rancabango pada 2019. ”Posyandu itu sangat krusial dan penting untuk masyarakat. Tetapi, dari tahun ke tahun, kendalanya sama, yakni soal tanah, karena Posyandu harus dibangun di atas tanah hibah. Maka itu, tahun ini, kami ajukan lagi. Semoga terealisasi. Semoga, anggaran APBD diperbolehkan untuk membeli tanah dan membangun Posyandu,” harapnya.

        Desa Rancabango merupakan daerah paling Utara di Kabupaten Tangerang. Luas wilayahnya sekira 300 hektare. Dari total luas desa ini, 70 persennya adalah lahan pertanian.

        Sementara, jumlah penduduk Desa Rancabango sekira 60 ribu jiwa, dengan 75 persen penduduknya berprofesi sebagai buruh tani. Mayoritas persawahan di desa ini merupakan milik perusahaan atau investor.

Untuk membangun kesejahteraan petani, tahun ini, Pemerintah Desa Rancabango pun akan mendirikan badan usaha milik desa (BUMDes). Kepengurusannya tengah dalam proses. Rencananya, BUMDes Rancabango akan bergerak di bidang simpan pinjam khusus untuk petani dan pedagang kecil. ”Semoga, rencana pembangunan ini bisa terealisasi untuk masyarakat,” pungkas Suheri. (pem/rb/sub)