Pembangunan Jembatan Cimake Telan Rp22 Miliar

Pengerjaan Jembatan Cimake, Kampung Ranji, Desa Pancanegara, yang tampak meleyot.

SERANG – Pembangunan Jembatan Cimake pada Bendungan Sindangheula di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang mendapat sorotan Komisi IV DPRD Banten. Dalam waktu dekat, Komisi IV akan melakukan tinjauan langsung ke lapangan, untuk menindaklanjuti pengaduan warga.

Menurut Juru Bicara Komisi IV Dede Rohana, pembangunan relokasi Jembatan Cimake dinilai tidak sesuai standar sehingga konstruksi jembatan mau roboh atau melengkung. “Kami menerima aduan dari warga, terkait proyek pembangunan Jembatan Cimake yang mau roboh padahal belum selesai dibangun. Secepatnya kita tinjau ke sana,” kata Dede kepada wartawan, Senin (27/1).

Berdasarkan informasi yang diterima Komisi IV, Jembatan Cimake dibangun oleh Kementerian PUPR dengan pagu anggaran sebesar Rp22 miliar lebih. “Kita tinjau dulu ke lapangan, apakah benar itu dibangun dengan anggaran APBN atau APBD,” tegas Dede.

Politikus PAN ini menambahkan, konstruksi jembatan yang tidak standar bisa jadi kesalahan kontraktornya atau ada faktor lain. “Yang pasti kita pertanyakan pengawasannya,” tegasnya.

Dede melanjutkan, Dinas PUPR Banten diminta untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR sehingga pembangunan Jembatan Cimake tidak membahayakan warga sekitar. “Kalau ini proyek kementerian, tentu Komisi IV kewenangannya terbatas. Namun kami akan memastikan dulu siapa penanggungjawabnya,” tegasnya.

Senada, anggota Komisi IV DPRD Banten, Muhlis mengungkapkan, pembangunan jembatan yang tidak sesuai standar sangat membahayakan masyarakat. “Kita akan sidak (inspeksi mendadak), untuk memastikan ada tidaknya pengawasan dari pemerintah,” katanya.

Muhlis yang juga menjabat Ketua Badan Anggaran DPRD Banten ini melanjutkan, Komisi IV masih kurang lengkap mendapatkan informasi terkait proyek tersebut. “Informasi sementara, proyek itu dibangun Kementerian, sehingga anggarannya bukan dari APBD Banten. Tapi kita akan pastikan dulu,” tegasnya.

Ia berharap, konstruksi jembatan segera diperbaiki agar proyek pembangunan jembatan bisa segera digunakan oleh warga. “Saat ini Bendungan Sindangheula sudah selesai dibangun dan segera dioperasikan, sangat berbahaya bila jembatan Cimake dibangun asal-asalan,” tutur Muhlis.

Sebelumnya, sejumlah warga dan tokoh masyarakat di Kecamatan Pabuaran menduga, gilder jembatan kurang besar. Sementara bentang jembatan cukup panjang. “Perkiraan saya gildernya kurang besar. Jadi enggak kuat nahan beban,” kata tokoh masyarakat Pabuatan, Maman Samuti, Sabtu (25/1). (den/air/ags)