Pembangunan Kampus Baru UIN Banten Dibiayai SBSN

0
769 views

JAKARTA – Menteri Agama RI Fachrul Razi, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Fauzul Iman, dan lima rektor yang tergabung dalam “Project 6 in 1” menyaksikan penandatanganan bersama kontrak kontruksi proyek peningkatan sarana prasarana enam perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Jumat (24/1).

Kontrak yang dilaksanakan di ruang rapat Menteri Agama itu untuk peningkatan mutu PTKIN dengan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana baik dalam pelayanan mahasiswa maupun kegiatan belajar mengajar.

Sebelum pelaksanaan kontrak, pimpinan enam PTKIN yang masuk dalam proyek ini mengikuti focus group discussion (FGD) tentang pembahasan akhir tentang draft kontrak pembangunan gedung infrastruktur project 6 in 1 PTKIN Kemenag RI di Hotel Gren Alya Jakarta.

FGD menghadirkan Dirjen Pendis, Direktur Pendidikan Tinggi Islam dan ahli kontrak guna menyamakan persepsi dan membahas permasalahan yang sering terjadi dalam pembangunan proyek.

Enam PTKIN tempat pelaksanaan proyek 6 in 1 yaitu UIN Antasari Banjarmasin, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Raden Intan Lampung, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Menteri Agama RI Fachrul Razi mengatakan, proyek 6 in 1 ini dilakukan dengan banyak tahapan dari mulai pengusulan, persetujuan pendanaan oleh Islamic Development Bank (IDB), yang kemudian dialihkan pembiayaannya ke Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) hingga penandatanganan kontrak kontruksi.

“Proyek ini sudah disiapkan lama, bahkan sejak 2015 lalu. Saya yakin segala kendala yang telah dilewati adalah cara Allah SWT, memberi kesempatan kepada kita semua para pengemban amanah, untuk kembali mengucap dan meluruskan niat. Insya Allah perjalanan panjang ini memberi hikmah dan mematangkan kita semua,” ungkapnya dikutip dari siaran pers.

Menag menegaskan, rektor merupakan ujung tombak dari eksekusi proyek ini di mana para rektor under the spotlight, dipandang oleh semua orang. Kinerja para rektor menentukan nasib institusi pendidikan yang dipimpin.

“Pantau dengan baik, turun ke lapangan secara periodik. Mohon diingat, keberhasilan atau kegagalan Anda mengelola proyek ini secara langsung akan mempengaruhi kepercayaan pemerintah terhadap Kementerian Agama untuk mengelola proyek dan program sejenis di masa yang akan datang. Laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap Fachrul Razi.

Kepada para penyedia, Menag berpesan agar melaksanakan pengerjaan konstruksi dengan sungguh-sungguh tanpa harus merasa terbebani dan berhutang budi kepada jajaran Kementerian Agama. Empat penyedia yang terpilih menurut Menag telah melalui proses lelang yang adil dan sesuai dengan ketentuan.

“Perusahaan Bapak-Bapak itu terpilih oleh panitia karena dianggap sudah memenuhi syarat dan paling baik. Tidak ada campur tangan Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Dirjen, Irjen ataupun jajaran dari Kementerian Agama lainnya,” kata Menag.

“Jadi Bapak-Bapak tidak berhutang budi kepada Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Dirjen, Irjen atau jajaran kementerian agama lainnya. Tapi bapak berhutang budi kepada negara sehingga harus mengerjakan proyek ini dengan sebaik-baiknya,” lanjut Menag.

Rektor UIN SMH Banten Prof Fauzul Iman mengatakan, proyek pembangunan kampus dua, yang sebelumnya sudah dibangun dua gedung, akan dilanjutkan kembali dengan pembangunan tujuh gedung dan dua gedung yaitu gedung rektorat dan gedung Fakultas Ushuluudin dan Adab pada tahun ini.

“Kita sangat bersyukur dengan adanya proyek ini, semoga bisa memacu kita untuk menjadikan kampus UIN Banten menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selain proyek pembangunan tujuh gedung dari SBSN, tahun ini kampus UIN SMH Banten juga mendapat dana untuk pembangunan gedung ma’had yang diberikan oleh Kementerian PUPR yang akan mulai dibangun awal tahun ini. (aas)