Pembangunan Masjid Agung Kota Serang Diprediksi Butuh Rp80 Miliar

Walikota Serang Tb Haerul Jaman bersama Wakil Walikota Sulhi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Kota Serang, di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis (13/9).

SERANG – Walikota Serang Tb Haerul Jaman sudah meletakkan batu pertama rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang di Alun-alun Barat, Kota Serang, kemarin. Meskipun feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) pembangunan masjid itu belum ada, tapi pembangunan masjid secara keseluruhan diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp80 miliar.

Jaman mengatakan, dalam kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS) Rancangan APBD 2019 Pemkot Serang berencana mengalokasikan anggaran Rp30 miliar untuk pembangunan masjid. “Berdasarkan info dari OPD (organisasi perangkat daerah-red), anggaran yang dibutuhkan sekira Rp80 miliar. Itu bukan untuk masjid saja, tapi keseluruhan,” ujar Jaman usai peletakan batu pertama rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis (13/9). Kegiatan peletakan batu pertama itu dirangkaikan dengan peringatan 1 Muharam 1440 Hijriah yang menghadirkan Ustaz Riza Muhammad.

Lantaran besarnya anggaran yang dibutuhkan, Jaman mengatakan, pembangunan masjid akan dilakukan bertahap. Hal itu dilakukan agar program Pemkot lain juga tetap dapat berjalan. Untuk itu, ia berharap, Walikota dan Wakil Walikota Serang terpilih Syafrudin-Subadri Usuludin agar melanjutkan pembangunan masjid tersebut.

Jaman mengungkapkan, rencana pembangunan masjid itu bukan tiba-tiba. Usulan masyarakat itu sudah ada sejak kepemimpinan Bupati Serang Tb Suwandi pada sekira tahun 1960-an. Saat ia menjadi Wakil Walikota Serang, usulan ini sempat mencuat lagi. “Ketika saya dipercaya masyarakat untuk menjadi walikota bersama Pak Sulhi sebagai wakilnya, maka rencana pembangunan ini masuk dalam visi misi kami,” tuturnya.

Hanya saja, untuk pelaksanaannya baru dilakukan di pengujung masa jabatannya karena selama ini Pemkot mempunyai banyak agenda pembangunan, seperti infrastruktur, pembangunan gedung DPRD Kota Serang, dan RSUD Kota Serang. “Telat atau tidak, yang penting kami lakukan,” ujarnya. Untuk itu, ia membutuhkan banyak dukungan dari semua masyarakat agar masjid ini dapat berdiri dan menjadi kebanggaan Kota Serang.

Kata dia, apabila sudah berdiri nanti maka masjid itu dapat dimanfaatkan dan dimakmurkan. “Semua masjid-masjid yang ada di Kota Serang harus dimakmurkan,” tutur Jaman.

Selain pembangunan masjid, politikus Golkar ini mengatakan, Pemkot juga akan membangun parkir basement untuk mengurai kemacetan di sekitar Alun-alun Barat. Selain itu, penghijauan juga akan bertambah. Bahkan, dengan pembangunan masjid itu, fungsi Alun-alun Barat tidak akan berkurang karena akan dipindah ke Alun-alun Timur yang kini berdiri GOR dan lapangan tenis.

Asda II Pemkot Serang Moch Poppy Nopriadi mengatakan, pembangunan masjid itu adalah harapan seluruh komponen masyarakat dan direspons oleh Pemkot. Keberadaan masjid agung itu nantinya merefleksikan Kota Serang sebagai kota madani. “Karena memang belum ada dokumennya maka kebutuhan anggaran belum ditetapkan,” ujarnya. Namun, pembuatan FS dan DED akan dilakukan di APBD Perubahan tahun ini.

Sedangkan pembangunan fisik dengan memperhitungkan proses lelang maka diprediksi akan dilaksanakan semester kedua tahun depan. Kata dia, peletakan batu pertama ini hanya sebagai penanda. Selama belum terbangun, alun-alun masih dapat digunakan masyarakat seperti biasanya.

Poppy menambahkan, rencana pembangunan itu menjadi momen penataan kawasan alun-alun. Di basement nanti, selain lahan parkir, akan disediakan juga kesekretariatan dan pusat kuliner muslim.

Meskipun belum mengetahui pembangunan itu akan memakan waktu berapa tahun, tapi tentu saja ia berharap, masjid itu dapat segera rampung.

Apalagi, pembangunan masjid ini menjadi prioritas karena Pemkot belum memiliki sarana peribadatan yang representatif. Lantaran Masjid Ats Tsauroh merupakan milik yayasan, bukan Pemkot.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang KH Mahmudi mengatakan, masyarakat sudah mencita-citakan keberadaan masjid agung di pusat Kota Serang. “Dan alhamdulillah, Pak Walikota merespons itu. Itu sudah luar biasa,” ujarnya.

Setahun ini, ia mengaku sudah beberapa kali rapat, Walikota terus merespons dan mengawal usulan MUI ini. Bahkan, para ulama juga mendukung pembangunan masjid ini. (Rostinah/RBG)