Pembangunan Musolah Terkendala Pandemi Covid-19

0
2185
Marketing Manager Cilegon Hills Samuel Kevin (kiri) memberikan bantuan wastafel portabel kepada masyarakat Cibeber yang diterima oleh Camat Cibeber Noviyogi Hermawan di halaman kantor kecamatan, beberapa waktu lalu.

CILEGON – Pengembang komplek perumahan Cilegon Hill berencana membangun musola pada Agustus mendatang. Mestinya, pembangunan sarana ibadah tersebut dilakukan beberapa tahun lalu.

Marketing Manager Cilegon Hills Samuel Kevin menjelaskan, pandemi yang terjadi sejak tahun lalu membuat penjualan unit rumah tersendat. Hal itu berdampak terhadap keuangan perusahaan.

Pembangunan sarana prasarana tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi keuangan, karena saat ini keuangan diprioritaskan untuk kestabilan perusahaan dan kesejahteraan karyawan.

“Sampai sekarang gak ada pengurangan karyawan atau pengurangan gaji,” ujar Kevin, Jumat (16/4).

Keseriusan pengembang dalam memprioritaskan Kesejahteraan karyawan ditunjukkan dengan pemberian THR secara penuh tahun 2020 lalu. Kemudian tahun ini pun direncanakan akan kembali penuh.

Dilanjutkan Kevin, dengan kerjasama tim yang baik, pihaknya berencana akan membangun musolah pada Agustus mendatang.

“Kami memohon doanya agar rencana itu bisa terealisasi,” ujarnya.

Adapun terkait tidak adanya partisipasi pengembang dalam pembangunan tenda sebagai fasilitas salat tarawih sementara, hal itu karena pengembang mengatisipasi terjadinya pelanggaran aturan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kalau kita digrebek yang diangkat peraturan aslinya, yaitu soal 4M itu, jadi bukan kita gak mau bayarin tenda, kalau ada masalah berkaitan aturan Covid-19, kita yang kena,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pengembang menawarkan kantor untuk digunakan sebagai tempat salat tarawih, namun warga menolak.

Sebelumnya diberitakan, warga di Perumahan Cilegon Hills, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, mendirikan tenda untuk bisa salat tarawih berjamaah karena di perumahan yang terletak dekat dengan Jalan Lingkar Selatan (JLS) itu tidak memiliki sarana ibadah baik musolah maupun masjid. (Bayu Mulyana)