Pembangunan Pusat Kegiatan Desa Muara Dilanjutkan

0
237 views
Staf Desa Muara Mohamad Robet di Kantor Desa Muara Lama, di Kampung Petopan, Jalan Raya Muara, Senin (1/4). Bangunan yang sudah tidak dipakai ini akan dibongkar dan dijadikan lapangan futsal.

TANGERANG – Kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat menjadi program prioritas Kepala Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Mohamad Yasin. Modalnya, ketulusan hati. Tahun ini, ia akan melanjutkan pembangunan Pusat Kegiatan Desa Muara.

Salah satu program unggulan Pemerintah Desa Muara ini telah dimulai beberapa tahun lalu. Tahun 2018, telah dibangun gelanggang olahraga (GOR), gedung Puskesmas pembantu (Pustu), lapangan sepak bola Persatuan Sepak bola Muara (Persemu), dan Masjid At-Taubah. Pembangunannya berbarengan dengan renovasi Kantor Desa Muara di Jalan Raya Muara Nomor 1, Kampung Petopan. Kantor desa ini jadi berlantai dua.

”Pustu dibangun juga dengan bantuan dari Dinas Kesehatan. Kalau masjid, dibangun juga dengan bantuan dari Kodam Jaya,” jelas staf Desa Muara Mohamad Robet, Senin (1/4).

Kepala Desa Muara Mohamad Yasin

Sesuai perencanaan, Kepala Desa Muara Mohamad Yasin menambahkan, pembangunan fisik di Pusat Kegiatan Desa Muara yang belum terlaksana adalah lapangan futsal. Pemerintah desa akan menggunakan bekas Kantor Desa Muara yang sudah tidak terpakai.

”Nantinya, (Kantor Desa Muara lama-red) akan dibongkar dan dibangun ulang menjadi lapangan futsal seluas 400 meter persegi. Semua fasilitasnya kan ada di deket kantor desa (Kantor Desa Muara-red). Jadi, nanti di sini akan jadi pusat Desa Muara. Nanti juga, lapangan Persemu akan dibangun jadi stadion mini. Di pinggir GOR, akan ada pusat jajan. Semacam wisata kuliner. Pasar desa juga akan dibangun. Semua sarana itu, nantinya akan dikelola oleh badan usaha milik desa (BUMDes). Saya akan merealisasikan semuanya tahun 2020, kalau saya terpilih kembali menjadi kepala desa,” ujar Yasin.

Dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakatnya, lanjut Yasin, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan pengelola objek wisata hutan mangrove, pantai wisata, dan pemancingan. Ketiga objek wisata letaknya berdekatan, di Kampung Muara.

Yasin berniat, hutan mangrove dan pantai di desanya dikelola oleh Karang Taruna. ”Pemancingan, saya ingin, ikannya dari nelayan di desa kami. Muara banyak nelayannya. Dengan begitu kan bisa jadi tambahan penghasilan bagi nelayan,” jelasnya.

Untuk merealisasikan potensi wisata itu, Yasin telah menggagas pelebaran jalan desa. Akses alternatif menuju ketiga tempat wisata itu cuma bisa dilalui oleh mobil kecil. Saat ini, wisatawan menggunakan jalan milik salah satu BUMN.

”Kendalanya jalan menuju ke wisata itu (hutan mangrove, pantai, dan pemancingan-red) hanya bisa lewat jalan punya Pertamina di Kecamatan Kosambi. Kalau di sana kan jalannya besar, bisa dilewati sama bus. Pengennya sih, jalan di Muara juga diperbesar, biar bisa masuk bus. Tentunya, kami (Pemerintah Desa Muara-red) membutuhkan bantuan dari Pemkab Tangerang maupun provinsi,” tutur Yasin.

Mengulas program lain yang telah dilaksanakan Pemerintah Desa Muara, Yasin mengaku, perannya sebagai kepala desa sudah cukup banyak membantu masyarakat miskin di desanya. Dengan Dana Desa, ia telah merehabilitasi 450 rumah milik warganya.

”Dari awal 2013 saya menjabat, ada sekitar 600 rumah tidak layak huni yang butuh dibedah. Alhamdulillah, sekarang hanya ada sekitar 150 rumah lagi yang belum bisa kami bedah. Tinggal di Kampung Cipete, Tanjungan, dan separuh lagi di Kampung Petopan,” tutup Yasin. (pem/rb/sub)