Pembangunan SMA dan SMK di Banten Banyak Kendala

SERANG – Pembangunan SMA SMK baru di Banten mengalami banyak kendala. Sehingga belum semua kecamatan di Banten memiliki SMA SMK. Dampaknya, jika sistem zonasi terus diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) akan memudahkan bagi calon orangtua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengakui bila SMA dan SMK negeri di Banten masih belum ideal. Terutama untuk SMK negeri. “Saat ini jumlah SMA negeri sudah ada 150 sekolah dan SMAN CMBBS di Pandeglang. Sementara SMK negeri hanya ada 75 sekolah. Belum semua kecamatan di Banten memiliki SMK negeri,” ujarnya kepada Radar Banten, kemarin.

Untuk menampung lulusan SMP dan MTs, Dindikbud Banten masih mengandalkan SMA SMK swasta. “Pembangunan sekolah baru tidak mudah, butuh anggaran yang tidak sedikit,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda Banten Al Muktabar mengatakan,  akan melakukan langkah-langkah khusus untuk mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) agar bisa merealisasikan pengadaan lahan, baik untuk pembangunan sekolah maupun infrastruktur lainnya. “Kita akan lihat di mana salahnya. Jangan-jangan salahnya bukan pada OPD tapi pada pihak lain,” kata Al Muktabar kepada wartawan di KP3B, pekan kemarin.

Al Muktabar melanjutkan, butuh strategi khusus agar OPD memperbaiki kinerjanya secara terstruktur dari kendala teknis yang dihadapi. “Soal lahan ini menyangkut ke mana-mana soalnya. Ada hal yang berbasis masyarakat, ada juga yang berbasis regulasi. Nanti kita tinjau ulang  semuanya,” katanya.

Gagalnya pengadaan lahan di sejumlah OPD, diakui Al Muktabar telah menyebabkan APBD Banten 2018 tidak terserap sebanyak satu triliun lebih. Salah satu yang tidak terealisasi adalah pengadaan lahan untuk pembangunan SMA SMK negeri yang sudah direncanakan dan menjadi program prioritas Dindikbud Banten tahun anggaran 2018. “Tahun ini kan dianggarkan kembali, tapi kalau tidak ada strategi khusus maka pengadaan lahan bisa gagal kembali. Strategi yang disiapkan di antaranya meninjau ulang penetapan lokasinya,” ungkapnya.

Berdasarkan data Dindikbud Banten, tahun anggaran 2018 telah disiapkan anggaran pengadaan lahan untuk sembilan sekolah baru sebesar Rp40 miliar lebih. Anggaran itu untuk lahan SMKN Padarincang Kabupaten Serang, SMAN Puloampel Kabupaten Serang, SMKN Waringinkurung Kabupaten Serang, SMAN Cikeusik Kabupaten Pandeglang, SMKN Cikeusik Kabupaten Pandeglang. Lalu, SMKN 7 Kota Tangerang Selatan, SMKN Wanasalam Kabupaten Lebak, SMKN Kramatwatu Kabupaten Serang dan SMAN Bojongmanik Kabupaten Lebak. (bam-jek-tur-mg04-you-one-den/air/alt/ags)