Pembantai Satu Keluarga Siap Dihukum Mati

SERANG –  Samin, terdakwa kasus pembantaian satu keluarga di sebuah rumah di Kampung Gegenang, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Selasa (13/8/2019) lalu mengaku siap dihukum mati. Hal tersebut diungkapkan Samin saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Serang, Rabu (26/2) siang.

Dalam persidangan yang beragendakan mendengarkan keterangan terdakwa, Samin mengaku melakukan pembunuhan karena faktor ekonomi. Sebab, Samin mengaku terbelit hutang Bank Keliling dan belum menebus STNK motor yang digadaikan ke perempuan hiburan malam bernama Ayu.

Sebelum melakukan pembunuhan, Samin mengaku menenggak minuman keras di Lapo Tuak Jalan Lingkar, Kota Cilegon Selasa (13/8/2019) dinihari. Di perjalanan pulang, Samin yang terpengaruh minuman keras menuju rumah korban yang saat itu jendelanya terbuka.

Saat berada di dalam rumah, Samin mengambil satu unit ponsel milik korban. Saat mengambil ponsel tersebut, kaki Samin menyenggol kabel ponsel sehingga menimbulkan bunyi dan membangunkan korban Rustandi. Panik aksinya ketahuan, Samin secara membabi buta memukul Rustandi menggunakan kayu hingga terkapar.

Tidak berhenti di situ, istri Rustandi, Siti Sa’idah yang juga terbangun juga turut menjadi sasaran Samin. Siti Sa’idah dipukul berkali-kali hingga tak sadarkan diri.

Suara gaduh timbul karena penganiayaan tersebut membangunkan anak Rustandi dan Siti Sa’idah, Alwi yang masih berumur 4 tahun. Alwi yang menangis dipukul beberapa kali hingga akhirnya tewas.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Serang Subardi mengaku sidang akan kembali digelar pada Rabu pekan depan dengan agenda tuntutan. Samin kata Subardi terancam hukuman seumur hidup berdasarkan sangkaan dalam dakwaan primair Pasal 339 KUHP.

Dalam persidangan terhadap Samin, sejumlah polisi disiagakan untuk mengawal jalannya sidang. Persidangan sempat dua kali diskor lantaran Siti Sa’idah yang memprotes keterangan Samin. (Fahmi Sa’i)