MERAK – Sugianto, sopir truk H 1886 AE yang mengangkut daging celeng ilegal dari Palembang tujuan Bekasi mendapat upah Rp3 juta dari pemilik daging. Namun bukannya mendapat untung besar, ia malah ditangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Balai Karantina Pertanian Kelas Dua Cilegon di KM 73 Tol Tangerang-Merak, dua hari lalu. Sialnya lagi, uang dirinya sebesar Rp1,5 juta dipinjam pemilik daging sementara ongkos angkutnya belum dibayar.

“Saya dari Jawa bawa bawang ke Palembang. Sesampai di Palembang saya ada tawaran untuk membawa muatan ke Bekasi dengan upah Rp3 juta, ya saya mau saja. Saya lihat muatannya daging babi. Saya sudah menayakan kepada pemilik berbahaya atau tidak membawa daging tersebut, kata pemilik tidak, ya saya bawa daging tersebut,” jelasnya, Jumat (20/6/2014).

Selesai dimuat, lanjutnya, pemilik meminjam uang dirinya Rp1,5 juta sebagai jaminan ekspedisi barang, dengan perjanjian setelah sampai tujuan akan diganti berikut dengan ongkos barang.”Saya langsung pinjamkan saja karena tidak tahu membawa daging celeng tersebut dilarang, dan saya juga sempat minta surat jalan dan dikasih surat jalan muatan jeruk,” lanjutnya.

Dijelaskan, dari perjalanan Palembang hingga Merak tidak ada kendala, setiap ditanya petugas dirinya memperlihatkan surat jalan palsu tersebut. Tapi saat di jalan tol, dirinya dicegat polisi hingga akhirnya dirinya tertangkap. “Kapok saya, sudah uang hilang, saya ditahan lagi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ai, kenek truk, mengatakan, daging tersebut tidak memiliki alamat pengirim yang lengkap. Dirinya hanya dikasih nomor telpon yang harus dihubungi kalau sudah sampai Bekasi. “Katanya nanti ada yang jemput,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemilik daging di Palembang berinisial IM. Sebelum tertangkap, hubungan komunikasi masih lancar. Setelah dikabarkan bahwa dirinya tertangkap, HP sudah tidak aktif. “Saya sudah hubungi berkali-kali no HP pengirim dan penerima sudah tidak aktif, ya saya berdua sopir saya sudah tidak tahu harus berbuat apa. Sudah uang hilang, kami ditahan lagi,” katanya. (Sefrinal)