Pembayaran Pajak Kendaraan di Lokasi Razia Capai Rp 600 Juta Selama Lima Hari

0
61
SERANG – Operasi Zebra Kalimaya 2017 berdampak siginifikan terhadap pendapatan daerah sektor pajak kendaraan. Dalam waktu lima hari razia, pembayaran yang dilakukan di lokasi razia saja mencapai lebih dari Rp 600 juta. Pendapatan itu belum termasuk pembayaran di gerai dan kantor UPT Samsat.
Kepala Bidang Pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Abadi Wurianto menjelaskan, operasi ini dilakukan kepada semua kendaraan bermotor baik berplat hitam maupun plat merah (mobil dinas).
Dijelaskan Abadi, penindakan tetap dilakukan meski kendaraan tersebut tercatat milik pemerintah baik pemerintah provinsi maupun kabupaten kota. “Mobil dinas yang kena tilang sekitar 10-an. Sekalian mengingatkan biar bayar pajak,” kata Abadi di sela-sela operasi di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) sore ini, Rabu (8/11).
Menurut Abadi, selain pembayaran di tempat, selama lima hari, pengendara yang membuat surat pernyataan akan melakukan pembayaran pajak nilainya mencapa Rp 196 juta.
Abadi mengaku belum bisa membeberkan pendapatan pajak secara keseluruhan karena pihaknya belum melakukan rekapitulasi dan evaluasi.
Operasi Zebra Kalimaya 2017 ini sendiri akan digelar hingga 14 November mendatang. Selama operasi itu, Bapenda akan menempatkan mobil Samsat keliling di setiap lokasi.
Di lokasi sama, Kepala UPT Samsat Kota Serang Ahmad Syaukani menjelaskan operasi tersebut merupakan bentuk partisipasi Bapenda Banten dalam hal ini UPT Samsat karena disinyalir banyak pengendara kendaraan bermotor STNK-nya tidak berlaku lagi, dan otomatis pajaknya mati.
“Mungkin saja bukan karena ketidak taatan mereka tapi mungkin waktunya, sibuk bekerja. Karenanya kita melakukan pendekatan dengan Samsat keliling saat razia, jadi ketika operasi pengendara bisa memilih apakah mau ditilang atau bayar pajak di tempat,” ujar Syaukani.
Menurutnya, untuk di Kota Serang operasi itu sangat berdampak signifikan.. Satu hari di Kota Serang bayar ditempat sekitar Rp 25 juta.
“Belum lagi ketika ditilang tidak bawa uang, lalu bayar ke samsat lebih signifikan. Setiap hari Samsat penuh. Satu gerai saja bisa Rp 120 juta, itu di Ramayana, di Kasemen biasanya Rp 10 juta per hari menjadi Rp 40 juta, di Mos biasanya Rp 15 juta bisa sampai Rp 30 juta, total perkiraan diatas Rp 200 juta,” katanya.
Syaukani mengimbau kepada masyarakat pemilik kendaraan untuk senantian melengkapi surat-surat kendaraanya dan membayar pajak kendaraan sesuai aturan yang berlaku. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)

Pembayaran Pajak Kendaraan di Lokasi Razia Capai Rp 600 Juta Selama Lima Hari