Ilustrasi. Foto: Jawa Pos

JAKARTA -Rencana pemerintah untuk mengurai potensi simpul kemacetan di jalan tol mulai terwujud. Pemerintah memulai uji coba integrasi sistem pembayaran tol untuk ruas tol Jakarta-Cikampek dengan tol Cikopo-Palimanan dan tol Paliman-Kanci dengan tol Kanci-Pejagan.

Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, uji coba itu menjadi langkah pertama pemerintah untuk menerapkan integrasi sistem pembayaran untuk tol seluruh Indonesia.

Dengan integrasi sistem, tol yang menghubungkan Jakarta hingga Jawa Tengah kini hanya punya dua gerbang pembayaran. Pertama, gerbang Cikarang Utama yang menjadi pintu masuk ruas Jakarta-Cikampek.
Kedua, gerbang tol Palimanan yang akan menjadi penghubung antara tol cluster pertama dan cluster kedua.

”Gerbang Palimanan memang masih dipertahankan meski menurut teori bisa dihilangkan. Sebab, infrastruktur untuk pintu keluar Kanci-Pejagan masih kurang mampu menanggung terlalu banyak mobil. Kalau dihilangkan, nanti tekanan untuk gerbang di Brebes (Pejagan, Red) itu akan berlebihan,” jelasnya, Senin (13/6) dilansir Jawa Pos.

Meski begitu, dia mengaku bahwa hal tersebut bakal menghilangkan setidaknya dua titik paling rawan dalam tol yang menghubungkan ibu kota dengan Jawa Tengah.

Yakni, titik gerbang tol Cikopo dan gerbang tol Kanci. Pada arus mudik tahun lalu, dua gerbang itu menjadi titik antrean mobil yang cukup parah.

”Bayangkan, untuk melewati gerbang Cikopo saja, pengemudi harus menunggu setidaknya dua jam. Kalau mereka harus menunggu lama di setiap pintu, tentu perjalanan mereka semakin lama. Tapi, tahun ini gerbang sepanjang tol akan berkurang menjadi dua,” terangnya. (JPG)