Pembegal Istri Anggota Koramil Diciduk

0
865
Kapolsek Mauk AKP Kresna Ajie Perkasa (kiri) saat meminta keterangan kepada dua pelaku begal, di halaman Markas Polsek Mauk, Minggu (31/1).

MAUK – Perburuan pelaku begal motor dan tas milik Eli Permatasari (44), membuahkan hasil. Dua pembegal istri anggota Koramil Mauk itu berhasil diringkus polisi, Senin (11/1) lalu. Sementara satu pelaku lainnya masih diburu.

Dua pelaku begal itu berinisial OW (25), dan IM (23). Kedua pemuda itu bersama A alias Butet beraksi di Jalan Raya Yaspih, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (9/1), sekira pukul 04.15 WIB. Sasaran ketiga pelaku ini adalah Eli Permatasari.

Sebelum dibegal, korban dan Hani Kurnia sedang berjalan pulang dari Pasar Sepatan. Saat melintas di lokasi kejadian, motor korban dipepet oleh ketiga pelaku. Tidak hanya itu, salah satu pelaku menarik tangan korban sembari mengacungkan golok.

Bukan berhenti, Eli menambah kecepatan motornya. Tak ingin buruannya lepas, ketiga pelaku yang berboncengan terus mengejar korban. Tanpa diduga, salah satu pelaku menendang korban. Akibatnya, motor yang dikendarai korban terjatuh.

“Walhasil, tiga orang pelaku membawa kabur tas dan sepeda motor milik pelapor. Atas kejadian tersebut pelapor dan saksi mengalami luka dan mengalami kerugian sebesar Rp15 juta,” kata Kanit Reskrim Polsek Mauk Inspektur Polisi Satu (Iptu) I Nyoman Nariana, Minggu (31/1).

Sementara Kapolsek Mauk Ajun Komisaris Polisi (AKP) Kresna Ajie Perkasa mengatakan, usai insiden itu, korban melaporkannya ke Mapolsek Mauk. Unit Reskrim Polsek Mauk yang melakukan penyelidikan berhasil mengungkap identitas pelaku. “Pelaku berjumlah 3 orang dan masih berada di sekitar wilayah mauk,” Kresna Ajie kepada Tangerang Ekspres (Radarbantengroup).

Dua hari usai kejadian atau Senin (11/1) siang, tim yang dipimpin oleh Iptu I Nyoman Nariana menyergap IM dan OW.

“Sedangkan pelaku berinisial A alias Butet belum berhasil di tangkap. Jadi masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku disangka melanggar Pasla 365 KUH Pidana. “Hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegasnya. (rbnn/nda)