Pembelajaran Tatap Muka di Kota Serang Ditutup

0
1.479 views

SERANG – Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang, Syafrudin meminta Dindikbud untuk menunda pembelajaran tatap muka di tingkat SD dan SMP. 

Permintaan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 338/691/Diskominfo/2020 tertanggal 19 Agustus 2020 yang ditandangani Walikota Serang Syafrudin, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang.

Isi surat yang tersebar di media sosial, seperti WhatsApp Group itu, ada empat point yang menjadi pertimbangan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang untuk Dindikbud Kota Serang. 

Pertama, memperhatikan angka 3 surat dimaksud dimana menyatakan bahwa “Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat resiko (zona) daerah berubah, Satuan Pendidikan wajib ditutup kembali”. 

Kedua, mengacu pada peta zonasi dan risiko pada website www.covid19.go.id per tanggal 19 Agustus 2020, zonasi Kota Serang berada pada risiko sedang (zona orange). Adapun tinjauan dan kajian epidemiologi terlampir. 

Ketiga, pada panduan perilaku di zona orange poin d menyatakan bahwa apabila daerah yang berada pada zona orange maka tempat- tempat umum ditutup, termasuk pendidikan dilakukan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Keempat, berdasarkan penjelasan diatas, dengan ini kami memerintahkan kepada Saudara untuk menunda pembelajaran tatap muka sampai dengan ada perubahan zonasi menuju tingkat aman untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Serang, W Hari Pamungkas membenarkan, jika surat Penundaan Pembelajaran Tatap Muka bersifat Penting itu keluar dari Walikota Serang.

“Iya benar, semalam. Dibuatnya, poin-poin pertimbangannya itu ada di surat,” ujarnya, Kamis (20/8).

Menurut Hari, salah satu pertimbangan yang menjadi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat penularan tinggi. Dimana berdasarkan kajian epidemiologi penularan wabah Covid-19, 1 berbanding 4. (Fauzan Dardiri)