Pembina Klub Ditahan KPK, Cilegon United Tak Terganggu

0
93
Kesebelasan Cilegon United menggelar latihan seperti biasa di Stadion KS, Cilegon jelang bertolak ke Solo untuk melawan Persis Solo di Stadion Manahan. Foto; Andre AP

CILEGON – Walikota nonaktif Cilegon Tb Iman Ariyadi yang juga selaku Pembina Cilegon United (CU) menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski pembina klub ditahan, kesebelasan Laskar Geger Cilegon -julukan CU- tetap menjalani latihan seperti biasa.

Latihan rutin digelar CU di Stadion Krakatau Steel (KS), Cilegon. Latihan yang dilakukan skuat besutan Imam Riyadi dalam rangka persiapan bertolak menuju Solo, Jawa Tengah untuk menggelar laga tandang lanjutan babak penyisihan grup A putaran 16 besar Liga 2 Indonesia 2017 menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Kamis (24/9).

CEO CU Yudhi Apriyanto mengatakan, kejadian yang menimpa jajaran manajemen dipastikan tidak memengaruhi kondisi tim dalam mengarungi kompetisi Liga 2. Skuat Imam Riyadi tetap fokus menjalani latihan guna persiapan menghadapi pertandingan ke depan.

“Kalau bicara terganggu dalam persiapan menghadapi pertandingan, itu tidak ada. Anak-anak kami minta tetap fokus untuk merebut poin demi poin. Tapi secara psikologis tetap ada (terganggu), karena Pak Wali bagian dari CU. Tidak hanya CU yang terpukul secara psikologis, tapi seluruh insan sepak bola dan masyarakat Cilegon karena Pak Wali merupakan pahlawan sepak bola Cilegon,” kata Yudhi kepada Radar Banten.

Yudhi menambahkan, kejadian ini sebaliknya akan membuat CU semakin termotivasi untuk meraih hasil maksimal di setiap pertandingan guna mewujudkan cita-cita Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi yang menginginkan CU promosi ke Liga 1.

“Kami akan berjuang semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-cita atau keinginan Pak Wali yang ingin CU promosi ke Liga 1. Kami akan berusaha keras untuk tidak mengecewakan Pak Wali. Hanya saja kami ada yang kurang, support dari Pak Wali yang biasanya langsung di pinggir lapangan sekarang tidak ada,” imbuhnya.

Kepala Pelatih CU Imam Riyadi menyatakan, saat ini timnya dalam kondisi fit dan siap melawan Persis Solo. Bahkan ia optimistis mencuri poin di Solo nanti. “Anak-anak semakin percaya diri pasca-menang atas PSPS Riau yang notabene diperkuat banyak pemain sarat pengalaman yang pernah merumput di Liga 1 seperti Heman Zumafo Epandi dan Fiktor Pae. Menghadapi Persis Solo nanti kami juga bisa menurunkan skema atau formasi terbaik karena pemain andalan kami sudah bisa kembali merumput,” ucapnya.

Koordinasi dan komunikasi antar lini juga menjadi bahan evaluasi staf pelatih jelang bertolak ke Solo. “Selain itu recovery (pemulihan-red) stamina juga menjadi titik fokus kami. Kalau mental sudah bagus meski tidak bisa dimungkiri pemain juga terpukul atas kejadian yang menimpa Walikota,” tandas Imam. (ANDRE/RBG)