CILEGON – Puluhan anak di bawah umur dengan mengenakan seragam sekolah dasar memberikan perlawanan saat aparat membongkar bangunan liar di sepanjang lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Raya, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin (8/8). Dengan erat menggenggam kertas bertuliskan, “Kami manusia bukan hewan jadi tolong dimanusiakan bukan dibinasakan”.

Tangisan puluhan bocah SD itu pun pecah setelah sebagian bangunan liar yang sempar mereka huni dibongkar aparat Pemkot Cilegon. Seorang anggota DPRD Kota Cilegon dari dapil Merak, Erick Rebiin, mencoba menenangkan dan menghibur para bocah itu.

image

Tak lama berselang, keributan lebih meluas lebih parah. Sejumlah warga yang mendukung pembongkaran dan warga yang menentang bentrok. Aparat kepolisian, TNI, Satpol PP mencoba melerai, namun mengalami kesulitan.

“Mantu saya keinjak-injak saat menghalangi beko atau alat berat yang merusak bangunan. Orang-orang berpakaian hitam pencak silat menarik menantu saya memukul dan menonjoknya,” ujar Eni, warga Kramat Raya.

Anggota DPRD Kota Cilegon dari dapil Merak, Erick Rebiin, di sela-sela kericuhan meminta maaf kepada sejumlah warga karena tidak berhasil meminta Pemkot Cilegon untuk menunda pembongkaran. “Saya atas nama wakil rakyat, meminta maaf karena tidak bsa menunda aksi pembongkaran. Kemudian kita akan meminta Pemkot Cilegon untuk memikirkan kelanjutan nasib anak sekolah dasar dan para jompo di sini,” ungkapnya. (Riko)