Pembuatan Akta Kelahiran di Kota Serang Tak Capai Target

Akta Kelahiran
Ilustrasi/ Inet
SERANG – Pembuatan akta kelahiran di Kota Serang selama tahun 2015 tidak mencapai target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, dari target 75 persen, Pemkot Serang hanya menyelesaikan 64,29 persen.
 
“Pembuatan akta kelahiran di Kota Serang hanya mencapai 64,29 persen, dari target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebesar 75 persen untuk usia 0-18 tahun, ya tentu tidak mencapai target,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Catatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, Syafaat kepada wartawan, Kamis (21/1/2016).
 
Syafaat beralasan, tidak tercapainya pembuatan akta dikarenakan Kota Serang merupakan daerah otonom baru pemekaran dari Kabupaten Serang, dan baru melakukan pelayanan dari tahun 2009, sedangkan yang usia 18 tahun itu kelahirannya pada 1998, dan datanya masih di Kabupaten Serang.
 
“Pencapaian ini, sudah termasuk bagus untuk ukuran daerah otonom. Dimana untuk mencapai itu, kita melakukan pelayanan jemput bola langsung ke tingkat kecamatan dan RW,” katanya. 
 
Syafaat menjelaskan, pada awalnya pihaknya melakukan pelayanan di tingkat kecamatan, akan tetapi jangkauannya terlalu luas, kemudian dipersempit ke tingkat RW. Sedangkan untuk tahun 2016 ini, dibantu adanya mobil pelayanan keliling, dan melakukan kerjasama dengan rumah sakit, bidan, dan klinik dalam mempermudah pelayan akta. 
 
Berdasarkan data yang diperoleh, dari enam kecamatan total anak 0-18 tahun ada 209.265 jiwa, dari jumlah itu yang sudah memiliki akta 134.539 atau 64,29 persen. Sedangkan yang belum memiliki akta kelahiran ada 74.726 atau 35,71 persen. Paling banyak dari Kecamatan Serang, yakni 48,14 persen atau 34.957 jiwa, dari jumlah anak 0-18 tahun 72.620 jiwa. Sedangkan anak yang belum memiliki akta, tersisa 37.663 atau 51,86 persen. Kasemen 73,13 persen, dari jumlah anak 33.591, dan yang belum memiliki akta 26,87 persen. 
 
Sedangkan untuk Kecamatan Walantaka jumlah anak 27.429, yang sudah memiliki akta 61,38 persen, yang belum memiliki 38,62 persen, Curug ada 85,40 persen yang sudah memiliki dari jumlah anak 16.825, dan yang belum memiliki 14,60 persen. Kemudian Kecamatan Cipocok Jaya, jumlah anak 29.786, yang sudah memiliki 21.152 atau 71,01 persen, dan yang belum memiliki ada 8.634 atau 28,99 persen, dan untuk Kecamatan Taktakan, ada 22.661 atau 78,10 persen yang sudah memiliki akta kelahiran dari jumlah anak 29.014, dan yang belum memiliki 6.353 atau 21,90 persen. (Fauzan Dardiri)