Pembukaan Wisata Lebak Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

LEBAK – Pandemi corona atau Covid-19 telah berdampak terhadap industri pariwisata di Bumi Multatuli. Sejak Maret 2020, Pemkab Lebak menutup destinasi wisata di 28 kecamatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Bupati Iti Octavia Jayabaya mengatakan, pemerintah daerah masih menunggu arahan dari pusat untuk membuka obyek wisata di Lebak. Jika kondisinya sudah normal maka tempat wisata yang ada di daerah akan dibuka untuk umum. Sehingga masyarakat bisa berlibur ke tempat wisata unggulan di Lebak.

“Kita belum bisa putuskan. Tapi, kalau informasi dari media massa bahwa akan diberlakukan new normal mulai 15 Juni 2020 maka tempat wisata di Lebak akan mulai dibuka untuk wisatawan,” kata Iti Octavia Jayabaya usai melaunching penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di kantor Pos Rangkasbitung, Jumat (6/6).

Namun demikian, pengelola wisata di Lebak harus tetap berpedoman terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Misalnya dengan membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas tempat wisata, mewajibkan pengunjung menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, dan hand sanitizer.

“Protokol kesehatan harus dipatuhi ketika destinasi wisata di Lebak kita buka kembali untuk wisatawan. Karena selama ini, masyarakat banyak yang mempertanyakan kapan tempat wisata dibuka kembali,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lebak Imam Rismahayadin mengatakan, sampai sekarang belum ada arahan mengenai rencana pembukaan tempat wisata di Lebak. Tapi, pihaknya telah meminta pengelola wisata untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tatanan baru. 

“Sampai sekarang tempat wisata di Lebak masih ditutup. Tapi ada saja masyarakat yang memaksa masuk obyek wisata di daerah. Namun jumlahnya enggak banyal dan jika ada yang berkerumun maka pengelola wisata bekerja sama dengan kepolisian menghalau wisatawan untuk keluar dari lokasi wisata tersebut,” jelasnya.(Mastur)