Pembunuh Pengusaha Bakmi Ditangkap, Motifnya Ditolak Berhubungan Intim

0
85

TANGERANG – Kasus pembunuhan pengusaha bakmi bernama Vera Yusnita Sumarna atau Er terungkap. Pelakunya, Jonny Setiawan, warga Benua Indah Blok C2 Nomor 2 RT 002, RW 005, Kelurahan Pabuarantumpeng, Kecamatan Karawaci. Pelarian pelaku tidak berlangsung lama. Motifnya sakit hati lantaran ditolak untuk melayani hubungan intim.

Ia dibekuk petugas gabungan Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dan Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Kota di Pondok Pesantren Leuweung Gede, perbatasan Tangerang–Bogor, Senin (18/9) malam sekira pukul 22.30 WIB.

Penangkapan dipimpin Kanit III Subditum/Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Piter Yanottama dan Kanit I Subditum/Jatanras Kompol Hendro bersama anggota Unit 1, Unit 3 dan Resmob Polrestro Tangerang Kota.

Sejumlah barang bukti turut diamankan petugas. Antara lain, satu pucuk senjata tajam, satu unit sepeda motor Honda Supra X warna merah-hitam bernopol B 6610 VHW, satu jaket warna kuning, satu HP merek Samsung warna hitam, kartu ATM BRI Syariah warna biru dengan nomor kartu 5022 8203 0786 8xxx, satu kartu BCA flash warna gold dengan nomor kartu 6019 0026 7891 6xxx.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan membenarkan, pihaknya telah melakukan penangkapan bersama tim gabungan dari Polda Metro Jaya. ”Iya benar sudah ditangkap,” singkat Harry kepada Radar Banten, Selasa (19/9).

Berdasarkan keterangan petugas yang melakukan pengejaran, pelaku sempat mengutarakan niatnya untuk bertobat dan masuk Islam kepada Ko Eeng dan pimpinan Pondok Pesantren Leuweung Gede. Pelaku juga menceritakan apa yang telah dilakukan. Lalu, pimpinan pondok pesantren itu meminta pelaku membacakan dua kalimat syahadat. Setelah itu, pelaku disuruh beristirahat di salah kamar di Pondok Pesantren Leuweung Gede.

Kepada petugas, pelaku mengaku melakukan perbuatan nekat itu lantaran sakit hati dan merasa dihina korban. Pelaku dan korban di hari itu, Minggu (17/9), berhubungan intim. Pelaku meminta korban untuk kembali melayani nafsunya.

Namun, korban menolak. Penolakan inilah yang membuat pelaku kehilangan akal sehatnya. Korban dihabisi dengan cara keji. Dibunuh. Terdapat luka di sebagian tubuhnya. Setelah itu, pelaku kabur ke daerah perbatasan Tangerang-Bogor. (lihat grafis-red)

Sebelumnya, polisi menduga kasus ini dipicu adanya cinta segitiga. Ternyata, setelah didalami, karena persoalan sakit hati.

Diketahui, pelaku membunuh korban di RT 04, RW 08 No.9 Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (17/9) sekira pukul 17.30 WIB. (mg-05/dai/sub)