Pemda Desak Pencairan Bankeu

0
1.015 views

SERANG – Pemerintah kabupaten kota di Banten mendesak Pemprov Banten untuk segera mencairkan bantuan keuangan (bankeu). Sebab, bankeu itu penting untuk penanganan Covid-19 di masing-masing daerah.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, hingga kemarin bankeu dari Pemprov Banten  belum cair. Pemkab Serang mendapatkan alokasi dana bankeu sebesar Rp80 miliar. “Sampai sekarang (kemarin-red) belum cair,” katanya kepada Radar Banten.

Ia mengaku sudah melayangkan surat kepada Pemprov Banten untuk segera mencairkan bankeu. Kata dia, bankeu sangat mendesak dicairkan karena penanganan Covid-19 sudah berlangsung. “Kita benar-benar sangat membutuhkan sekarang ini,” ujarnya.

Bankeu itu, dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Serang. Bahkan, kata Pandji, pihaknya menalangi terlebih dahulu anggaran yang seharusnya diambil dari bankeu. “Kita sudah talangi dulu Rp16 miliar untuk penanganan Covid-19,” ucapnya.

Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mendesak Pemprov Banten untuk segera mencairkan bankeu. Pihaknya juga mengaku sudah berkomunikasi dengan anggota DPRD Provinsi Banten asal Kabupaten Serang untuk mendesak Pemprov Banten mencairkan bankeu. “Saya kira pemprov yang lebih paham apa kendalanya sampai sekarang belum juga dicairkan,” katanya.

Begitupun kata anggota DPRD Provinsi Banten dapil Kabupaten Serang Muhsinin. Ia mengaku sudah menyampaikan permintaan itu kepada Pemprov Banten. Kata Muhsinin, Pemprov seharusnya segera menyalurkan bankeu ke kabupaten kota. “Uangnya sudah ada kok, sudah teralokasikan di anggaran murni, nunggu apa lagi?,” tukasnya.

Begitupun di Kota Cilegon. Walikota Cilegon Edi Ariadi, bankeu untuk Kota Cilegon dari Provinsi belum turun. “Belum ada sampai sekarang,” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (28/5). Kata Edi, belum turunnya bankeu membuat program pembangunan tersendat, sebab ada beberapa program yang mengandalkan bankeu. “Sudah pastilah berdampak,” ujarnya.

Hal sama juga terjadi di Kabupaten Lebak. Bankeu untuk Kabupaten Lebak juga belum cair. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lebak Budi Santoso mengatakan, belum menerima bankeu dari pemprov. “Harapannya agar secepatnya dicairkan agar pendistribusian bantuan sosial tunai (BST) tidak tersendat,” katanya. Kata Budi, bankeu itu memang diperuntukkan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui program BST.

Di Kota Serang, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, keterlambatan penyaluran bankeu dari pemprov Banten bentuk ketidakmampuan perencanaan Pemprov Banten. Ia mengatakan, Bankeu Pemprov Banten untuk Kota Serang sebesar Rp45 miliar. “Awalnya kan, bankeu itu dialihkan dari pembangunan fisik ke penanganan Covid-19. Tapi sampai sekarang belum turun, kan enggak jelas,” ujarnya kepada Radar Banten, Kamis (28/5).

Kata Budi, realisasi bankeu kini tengah ditunggu masyarakat. Pemkot Serang telah menyalurkan bantuan bagi 50.000 kepala keluarga (KK) dan tinggal tahap terakhir, di bulan Juni mendatang. Sedangkan, Pemprov Banten belum. “Pemkot Serang saja sudah selesai menyalurkan jaring pengaman sosial (JPS). Pemprov hingga kini belum. Jelas, saya melihat ada yang salah. Segera kucurkan,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, hingga kini bankeu yang diperuntukkan bagi penanganan Covid-19 di Kota Serang benar-benar belum dicairkan. “Kita belum nerima. Kami meminta sebelumnya untuk dibagi 50 persen antara fisik dan penanganan Covid-19, tapi ditolak. Surat dari kami tidak dibalas,” katanya.

Syafrudin berharap pencairan bankeu segera dicairkan sehingga masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Serang bisa terbantu dan merasakan kehadiran pemerintah provinsi. “Saya berharap memang segera dicairkan. Kemampuan pemkot Serang baru mencakup 50.000 KK,” katanya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala BPKAD Banten Rina Dewiyanti saat dikonfirmasi mengatakan, Pemprov memang belum mencairkan bankeu untuk kabupaten kota. “Menunggu kesiapan dananya,” kata Rina. Kata dia, Pemprov Banten secepatnya akan menyalurkan bankeu apabila dananya sudah ada. (jek-fdr-bam-tur-nna/alt)