Pemdes Cipaeh Berdayakan Petani Musiman

Proses penggilingan padi oleh tiga warga Desa Cipaeh di Kampung Cipaeh Tengah, Desa Cipaeh, Selasa (2/4) lalu. Mesin penggilingan ini dari Pemerintah Desa Cipaeh

TANGERANG – Warga Desa Cipaeh, Kecamatan Gunungkaler, begitu menanti panen sawahnya. Masa ini mendatangkan kebahagiaan bagi mayoritas warga desa ini yang berprofesi sebagai petani, seperti pada Selasa (2/4) lalu.

       Kepala Desa Cipaeh, Rohani mengatakan, untuk meningkatkan perekonomian warganya, Pemerintah Desa (Pemdes) Cipaeh sudah melakukan pemberdayaan petani di desanya. Pihaknya juga membantu penyediaan pupuk dan memfasilitasi petani dengan tempat dan mesin penggilingan padi.

”Pemberdayaan petani sudah kami lakukan, karena masyarakat kami sebagian besar petani. Jadi kalau musim panen tiba, ya itu, saat-saat di mana masyarakat bisa mendapatkan rezeki berlimpah,” ujar Rohani saat ditemui Tim Saba Desa Radar Banten di rumahnya, di Kampung Cipaeh Tengah, RT 07, RW 03.

Rohani

       Ia mengungkapkan, dari luas Desa Cipaeh sekira 220 hektare, setengahnya merupakan persawahan dan tanah kering. Karenanya, petani di desanya merupakan petani musiman. Mereka menggarap sawah ketika musim hujan.

”Artinya, mereka hanya punya sawah satu petak, dua petak. Paling banyak lima petak. Bukan petani yang punya sawah berhektare-hektare. Jadi kalau cuaca tidak mendukung atau cuaca sedang kering, para petani merantau ke Jakarta, ke Sumatera, cari pekerjaan baru. Jadi pas datang masa tanam, baru mereka pulang ke desa,” papar Rohani.

       Ia menambahkan, saat panen tiba, sawah milik petani menghasilkan tiga sampai lima ton gabah. ”Meski petani kita cuma punya sawah beberapa petak, tetapi kalau sudah panen kan, padi sebanyak itu setidaknya cukup untuk menghidupi mereka beberapa bulan,” ucapnya.

       Pemerintah Desa Cipaeh, ungkap Rohani, juga fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama jalan. ”Tahun 2018, kita bangun jalan cor, paving block, dan SPAL (saluran pembuangan air limbah). Tahun 2019 ini juga masih fokus untuk pembangunan fisik,” jelas Kepala Desa Cipaeh dua periode itu. 

Ketua PKK Desa Cipaeh Wiwin (45) menambahkan, bahwa warga desanya sangat menjunjung tinggi nilai ajaran agama Islam. Ibu-ibu di desa ini rutin pengajian setiap pekan.

”Jadi, di sela-sela aktivitas bertani, ibu-ibu di desa kami rajin mendatangi pengajian. Ada pengajian hari Senin, hari Rabu, dan hari Jumat. Ada juga pengajian bulanan. Saya juga sering menghadiri pengajian itu,” aku Wiwin. (pem/rb/sub)