Pemdes Jayanti Gagas Tiga Program Inovasi Desa

0
203

        TANGERANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Jayanti telah menggagas tiga program inovasi desa. Program yang akan dikembangkan tahun 2019 itu adalah pengembangan Pasar Desa Jayanti, budi daya perikanan, dan pariwisata religi. Program ini diharapkan mendatangkan manfaat dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satu desa di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang ini.

        Luas wilayah Desa Jayanti 298 hektare. Desa ini berdiri dari hasil pemekaran Desa Cikande, Kecamatan Jayanti,  pada 1960-an. Desa Jayanti terus mengalami kemajuan di bidang infrastruktur maupun bidang lain selama kepemimpinan beberapa kepala desa. Bidang infrastruktur masih menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Desa Jayanti hingga masa kepemimpinan M Soleman saat ini. Soleman mengakuinya. Ia terus mengembangkan pembangunan desa di bidang infrastruktur dan badan usaha milik desa (BUMDes).

        Soal program inovasi desa yang pertama, yakni pengembangan Pasar Desa Jayanti, digulirkan lantaran kondisi fisik pasar desa telah memprihatinkan. ”Keadaan pasar desa ini kondisinya semerawut serta kumuh. Dengan adanya program ini, pasar pun nantinya akan menjadi tertata dengan baik. Sehingga, masyarakat pun bisa berjualan dengan nyaman di pasar desa,” kata Soleman.

        Program inovasi desa yang kedua, Pemerintah Desa Jayanti tengah mengusulkan pemanfaatan lahan milik Pemkab Tangerang. Lahan tersebut merupakan bekas tambang galian pasir. Pemerintah Desa Jayanti akan mengubah lubang bekas galian menjadi tempat budi daya ikan air tawar. Nantinya, masyarakat lah yang membudidayakannya.

        Jika disetujui oleh Pemkab Tangerang, Soleman punya rencana, tempat budi daya air tawar itu dikembangkan lagi menjadi lokasi pemancingan. Tentunya setelah budi daya air tawar berjalan lancar. ”Lahan bekas-bekas galian pasir yang akan dibuat kawasan wisata air,” terangnya.

Pemerintah Desa Jayanti tengah mengembangkan pula tempat ziarah menjadi kawasan wisata religi. Kini, kawasan tempat ziarah di desa ini mulai ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah. ”Di Desa Jayanti banyak makam-makam keramat, salah satunya adalah makam Syekh Nassudin, yang sering dikunjungi peziarah lokal maupun luar daerah,” terang Soleman.

        Ia berharap, pada akhir masa kepemimpinannya, semua program pemerintah desa bisa terselesaikan dengan baik. Penyerapan dana desa juga diharapkan sesuai peruntukannya. Sehingga, semua kebutuhan infrastruktur masyarakat pun bisa selesai 100 persen. ”Di perjalanan kepemimpinan saya, saya berharap, masyarakat Desa Jayanti bisa merasa puas dengan pelayanan dan pembangunan yang telah saya lakukan,” ujar Soleman.

        Saprudin, Bendahara BUMDes Desa Jayanti, menambahkan, tahun 2018, Pemerintah Desa Jayanti mengalokasikan dana Rp100 juta kepada BUMDes Jayanti untuk modal jadi distributor air isi ulang dan gas elpiji. Sejak Juli 2018, usaha ini dimulai. Kini, diakui, sudah berkembang dan bisa menambah usaha beberapa warga. ”Gas elpiji dan air galon ini didistribusikan ke seluruh warung yang ada di Desa Jayanti,” terang Saprudin. (pem/rb/sub)