Pemdes Karang Serang Bantu Modal Budidaya Kerang Hijau

TANGERANG – Budidaya kerang hijau banyak dijalankan warga Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Untuk mendukung usaha tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Serang memberikan bantuan permodalan.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Karang Serang Ahmad Yani mengatakan, kelautan adalah salah satu potensi alam di desanya. Jadi menurutnya, masyarakat memanfaatkan potensi itu dengan menjadi nelayan dan pembudidaya kerang hijau.

“Alhamdulillah kami bisa memberikan bantuan modal yang diberikan kepada empat kelompok pembudidaya kerang hijau. Bantuan itu dari dana kegiatan pemberdayaan masyarakat bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes),” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (22/11).

Yani menerangkan, bantuan tersebut diberikan  dalam bentuk peralatan berupa bagan, tali dan perlengkapan budidaya kerang hijau lainnya. Bantuan tersebut diberikan, lantaran mereka tidak selalu menerima untung yang diharapkan dari usaha yang dijalani. Penyebabnya adalah cuaca buruk.

 “Itulah yang menjadi salah satu alasan pihaknya menggelontorkan APBDes. Semoga bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan usaha kerang hijau,” terangnya.

Selain usaha kerang hijau, petani juga tidak luput dari perhatian Pemdes dengan memberikan perlengkapan alat bertani. Di tempat terpisah, salah seorang pembudidaya kerang hijau Manin mengucapkan, terima kasih kepada Pemdes Karang Serang karena sudah memperhatikan kelompok pembudidaya kerang hijau. Di samping itu, ayah dua anak itu bilang, hasil panen kerang hijau kadang tidak menentu. Tetapi jika sedang bagus, ia dapat membawa kerang hijau dari bagan mencapai ratusan ember. “Tapi kalau lagi enggak bagus karena cuaca buruk, bisa dapat 50 ember aja udha bersyukur banget,” ungkapnya.

Kerang hijau hasil panennya, tambah Manin, dijual kepada pengepul dengan harga Rp25 ribu per ember. Ia juga memaparkan, pihaknya memiliki bagan kerang hijau berukuran panjang enam meter dan lebar enam meter dan berjarak tiga kilometer dari bibir pantai. Bagan tersebut dibuat dengan kedalaman sekira tiga setengah meter.

“Ada sekira 400 batang bambu yang kami tanam dengan ukuran panjang lima setengah meter sampai tujuh meter di bagan kerang hijau. Nah, nanti kerang hijau menempel di batang-batang bambu yang kami tanam di bagan itu. Kami jualnya per ember. Kalau dikiloin, per ember itu kisaran tujuh kilogram sampai 10 kilogram,” papar pria yang menjadi pembudidaya kerang hijau sejak 2016 tersebut. (pem/rb/adm)