Pemdes Kayubongkok Perlancar Air Pertanian

Sekretaris Desa Kayubongkok Toharudin (kanan) berinteraksi dengan petani yang menjemur padinya di Kampung Kayubongkok, Selasa (23/4).

       TANGERANG Perhatian Pemerintah Desa Kayubongkok terhadap petani cukup besar. Untuk meningkatkan produksi pertanian di salah satu desa di Kecamatan Sepatan ini, tahun 2018, normalisasi kali dilakukan. Pemerintah desa melaksanakannya di dua titik sekaligus.   

       Kepala Desa Kayubongkok Saprudin menyatakan, bahwa kali yang telah dinormalisasi itu tanpa nama. Namun, yang jelas, dilaksanakan agar air pertanian di Kayubongkok lancar. Petani tidak lagi tergantung pada air hujan, meskipun pertanian di desa ini sawah irigasi.

       ”Alhamdulillah, kali kita saat ini debit airnya mengalir lancar. Di 2018, kita sudah lakukan normalisasi kali supaya membantu petani secara maksimal dalam proses pengairan sawah secara teratur,” tegas Saprudin saat ditemui Tim Saba Desa Radar Banten di rumahnya, di Kampung Tegalsari, Selasa (23/4).  

       Ia menjelaskan, bahwa normalisasi kali itu program pembangunan fisik tahun 2018. ”Jadi, 2018 itu, kita ada 13 program pembangunan fisik. Dua titik jalan betonisasi, tiga titik jalan paving block, lima titik saluran pembuangan air limbah (SPAL), satu turab, dan dua titik normalisasi kali,” kata Saprudin.

       Soal pembangunan fisik tahun ini, lanjut Saprudin, Pemerintah Desa Kayubongkok akan melaksanakan 18 program. Antara lain, betonisasi jalan di dua titik, pembangunan jalan dengan paving block di enam titik, SPAL di dua titik, dan pembangunan irigasi dengan batu belah di tiga titik.

       ”Kita juga akan bangun satu unit (gedung-red) PAUD, pemagarannya, dan pembangunan halamannya. Kemudian, kita juga akan merenovasi kantor desa kami supaya lebih baik. Dan yang terakhir, kita bangun satu jembatan di kali,” papar Kepala Desa Kayubongkok yang menjabat sejak 2013 itu. 

       Upaya peningkatan produksi pertanian, tambah Sekretaris Desa Kayubongkok Toharudin, pemerintah desa juga telah memberikan bantuan alat penyemprot hama. Bantuan ini diberikan kepada lima kelompok tani (Poktan). Yakni, Poktan Rawa Lele, Rawa Kukuk, Rawa Gatel, Mantang, dan Kubang.

       ”Dari total luas wilayah (Desa Kayubongkok-red) 267 hektare, perkiraan luas persawahan 60 persen, 40  persennya perumahan penduduk. Tahun 2018 kemarin, kami membantu pengadaan semprotan hama untuk petani sebanyak 24 unit. Peran desa juga sebagai perantara untuk pembuatan atau pengajuan proposal baik pupuk, bibit, ataupun traktor,” pungkas Toharudin. (pem/rb/sub)