Pemdes Pasirbolang Entaskan 500 Pengangguran

Kaur Pemerintahan Desa Pasirbolang Umar (kiri) memantau penjualan gas elpiji di BUMDes Pasirbolang Mandiri Sejahtera, Jalan Arya Jaya Santika, Selasa (19/3).

       TANGERANG – Pengangguran di Desa Pasirbolang sempat membuat Kepala Desa Pasirbolang Jarnuji gerah. Terlebih, di salah satu desa di Kecamatan Tigaraksa ini ada sekira 70 perusahaan. Kini, kegerahan Jarnuji membuahkan hasil. Pemerintah Desa Pasirbolang mampu menekan angka pengangguran di desanya. Hingga 2019, ada sekira 500 pemuda yang tidak lagi menyandang status pengangguran.

       Perubahan luar biasa ini dilakukan oleh Jarnuji dan jajarannya. Kegerahan melihat pemuda desanya yang masih banyak menyandang tunakarya, membuat Jarnuji putar otak. Sejak menjabat Kepala Desa Pasirbolang pada 2013, ia menggandeng Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Pasirbolang untuk menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di desanya.

Jarnuji

       Alhasil, saat ini, telah ada tiga perusahaan di desa dengan luas 390 hektare ini bekerja sama bidang ketenagakerjaan dengan Pemerintah Desa Pasirbolang. Kerja sama yang difokuskan pada penyerapan tenaga kerja bagi pemuda Pasirbolang ini membentuk ikatan kuat dengan membangun pola timbal balik antara Pemerintah Desa Pasirbolang dan ketiga perusahaan.

       ”Sampai saat ini, Pemerintah Desa Pasirbolang sudah bekerja sama dengan tiga perusahaan swasta, dengan sistem timbal balik. Yang dijadikan kesepakatan adalah penyerapan tenaga kerja. Tujuannya, supaya pemuda kita (Desa Pasirbolang-red) bisa dapat pekerjaan. Setidaknya, angka pengangguran kan berkurang,” ujar Anwar, Ketua LPM Desa Pasirbolang mewakili Jarnuji.

”Ada 500 pengangguran, sekarang sudah bekerja. Hanya sekira 25 persen lagi pemuda di desa ini yang masih belum medapatkan pekerjaan. Jumlah tersebut terbagi dari tiga golongan. Yaitu, pemuda belum pernah bekerja, pemuda sudah pernah bekerja, dan pemuda yang tidak ingin bekerja,” sambung lelaki yang biasa disapa Anwar Kuncir itu.

       Untuk menekan angka pengangguran, Pemerintah Desa Pasirbolang juga menjalin hubungan baik dengan produsen batik di Kampung Cogreg KM 22, Desa Pasirbolang. Perusahaan ini telah bersedia merekrut pemuda berpendidikan rendah di Pasirbolang menjadi karyawan.

       ”Bagi pemilik usaha batik, pendidikan bukanlah hal utama untuk bekerja di tempatnya. Yang penting, si calon pekerja ada kemauan dan kegigihan untuk membatik,” tutur Anwar.

       Program unggulan Pemerintah Desa Pasirbolang lainnya, tambah Kepala Urusan Pemerintahan Desa Pasirbolang Umar, yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pasirbolang Mandiri Sejahtera. Letaknya di Jalan Arya Jaya Santika, Kampung Bolang, RT 01, RW 01.

       Menurut Juli, anggota BUMDes Pasirbolang Mandiri Sejahtera, perusahaan milik desa yang dikelolanya masih fokus pada penjualan gas elpiji dan air mineral. ”BUMDes Pasirbolang Mandiri Sejahtera ini sudah punya 400 tabung gas yang dibagi untuk tiga cabang. Letaknya di Kampung Cograng RT 02, RW 03 dan RT 04, RW 03. Ketiga, di Kampung Bolang, RT 03, RW 01,” pungkasnya. (pem/rb/sub)