Pemdes Pasirnangka Berlakukan Pelayanan Malam Hari

Kepala Desa Pasirnangka Syahroni (berpeci) berbincang dengan dua staf desa di ruang pelayanan Kantor Desa Pasirnangka, Jumat (8/3) lalu.

 TANGERANG – Pelayanan dasar kepada masyarakat menjadi hal penting dan ujung tombak peranan Pemerintahan Desa Pasirnangka. Makanya, pemerintah desa di Kecamatan Tigaraksa ini membuka pintu pelayanan bagi masyarakatnya pada jam malam.

        Kebijakan Kepala Desa Pasirnangka Syahroni untuk memudahkan masyarakat mendapatkan haknya. Penerapan jam malam dilakukan mengingat mayoritas masyarakat Pasirnangka bekerja sebagai karyawan swasta.

”Jumlah penduduk desa ini sekitar 21 ribu jiwa, mayoritas karyawan swasta. Dengan profesinya tersebut, banyak dari mereka yang tidak sempat mengurus keperluan administrasi kependudukan di siang hari. Akhirnya, kami coba terapkan jam malam sehingga masyarakat bisa mengurus keperluan administrasi penduduknya setelah pulang kerja tanpa harus cuti,” ungkap Syahroni.

        Program pelayanan ini berbeda dengan pemerintah desa lain, yang kebanyakan menambah jam pelayanan pada hari libur kerja, yakni Sabtu. Syahroni menerangkan, pelayanan pada malam hari itu mulai diterapkan pada 2017. Pelayanan ini berlaku setiap hari Rabu malam. Program ini bisa berjalan setelah disepakati oleh staf desa.

”Jam malam dipilih karena kalau hari libur, jadwal liburan para staf desa dengan keluarganya masing-masing. Jadi sepakat di jam malam. Waktu kerja maksimal dan waktu keluarga juga tetap terpenuhi,” terang Syahroni.

        Syahroni mengakui, penerapan pelayanan pada malam hari ini tidak mudah. Staf desa harus dibiasakan terlebih dahulu. Makanya, Syahroni mengawalinya dengan memberikan contoh. Sebagai pimpinan Desa Pasirnangka, ia berada di kantor desa hingga pukul 22.00 WIB.

        ”Para staf tidak ada yang dipaksa untuk memberikan pelayanan pada malam hari. Awal-awal memang banyak yang pulang duluan. Tetapi kalau saya, tetap diupayakan pulang terakhir. Lambat laun, Alhamdulillah, sampai sekarang jam pelayanan masih diterapkan. Batas jam operasionalnya tidak tentu. Kalau ada yang meminta pelayanan jam 12 malam, tetap kami layani,” tutur Roni, panggilan akrab Syahroni.

        Soal pembangunan infrastruktur, di desa dengan luas 339 hektare ini sudah mencapai sekira 80 persen pada 2018. Pemerintah Desa Pasirnangka telah melaksanakan pengecoran jalan, pemasangan paving block, dan pembangunan saluran pembuangan air limbah (SPAL) serta saluran air.

        ”Sisanya kan dituntaskan di tahun ini,” tegas Syahroni yang menjabat Kepala Desa Pasirnangka di periode kedua, 2017-2023. Ia mulai menjabat kepala desa pada 2011-2017.

Untuk badan usaha milik desa (BUMDes), Syahroni mengaku, masih mematangkan rencana pembentukan unit usaha. ”Struktural kepengurusannya sudah dibuat. Rencananya, unit usaha ini akan diisi penjualan tabung gas elpiji, karena target pasarnya jelas dan banyak dibutuhkan masyarakat. Tetapi, masih dimatangkan lagi. BUMDes harus dijalankan dengan serius dan matang,” tegasnya. (pem/rb/sub)