SERANG – Pemerintah Pusat menghapus proyek pembangunan Bandara Banten Selatan (Bansel) di Kabupaten Pandeglang. Alasan penghapusan salah satu proyek strategis nasional tersebut adalah progres penyediaan lahan yang belum selesai.

Pembangunannya terpaksa ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan karena progres yang lambat.

Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan, hal tersebut mencuat dalam rapat tindak lanjut arahan presiden tentang percepatan proyek strategis nasional di Jakarta 14 Agustus lalu.

“Terbitnya Perpres 56/2017 itu yang masuk kawasan industri Wilmar di Kramatwatu. (Alasannya) karena ketersediaan lahan (bandara) belum konkret, jadi terdelete,” ujar Ranta, Kamis (17/8).

Ia tak mengetahui lebih jauh terkait dicoretnya Bandara Bansel tersebut sebab progresnya selama ini dilakukan pemerintah pusat.

“Saya juga kurang tau, kan progresnya pusat, lahan kan di perhutani kita enggak berhak. Tapi yang terdelete itu bukan berati tidak bagus. Pak Jokowi ini ingin cepat. Kalau lambat ya sudah dibelakangin dulu, buat yang baru yang sudah siap,” katanya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah proyek tersebut lanjut atau batal. “Nanti akan dibahas lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya Latuconsina mengungkapkan, dicoretnya Bandara Bansel dari PSN karena tidak ada progres signifikan.

“Itu karena engga ada progres. Ketika penlok (penetapan lokasi) 2015 berakhir itu tidak ada progres pemperbaharui penlok. Sebab penloknya beda itu kan Kemenhub. Ketika akan diupayakan kembali melalui pendekatan ke Kementerian LHK yang menjanjikan 1.200 hektare, ternyata ini perlu FS (feasibility study) lagi, sehingga butuh waktu lagi. Akhirnya dikeluarkan dulu dari PSN,” tuturnya.

Meski demikian, pemerintah pusat menempatkan satu PSN lagi di Banten yakni pembangunan kawasan Industri Wilmar Group yang berlokasi di Kramatwatu, Kabupaten Serang. “Ini inisiasinya sebenarnya swasta, tetapi progresnya baik akhirnya itu dimasukkan dalam PSN,” ucapnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)