SERANG – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani melakukan kunjungan penanaman modal satu pintu di Provinsi Banten. Selama ini, pelayanan perizinan dianggap menyulitkan lantaran masih tumpang tindih antara perizinan kewenangan pusat dan daerah.

“Makanya kita cek bagaimana kesiapan pelayanan terpadu satu pintu, ternyata di sini (Provinsi Banten-red) sudah siap. Terpenting pembagian kewenangan itu sudah terjadi. Artinya betul bisa melayani satu pintu,” ungkap Franky Sibarani kepada wartawan usai melakukan koordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Jumat (16//1/2015).

Kata Franky, pemerintah pusat akan membagi kewenangan untuk penanaman modal untuk tingkat nasional dan tingkat daerah.”Provisni sudah siap dan delapan kabupaten kota juga sudah siap makanya investasi Indonesia tidak hanya di kantor saja,” terangnya.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno menargetkan Provinsi Banten menyumbangkan tiga terbesar nasonal yakni dari Rp400 triliun menjadi Rp450 triliun setahun. “Banten bisa terbuka secara teritori dan kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung bisa menjadi efek domino yang akan mempercepat itu. Kita akan segera menjawab target itu,” ujarnya. (Wahyudin)