Pemilih Menggunakan Suket Bertambah Menjadi Lebih Dari 44 Ribu Pemilih

0
475 views

SERANG – Jumlah pemilih pada pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten besok, Rabu (14/2), bertambah dari sebelumnya sebanyak 15.667 pemilih menjadi lebih dari 44 ribu pemilih.

Data tersebut diperoleh setelah masing-masing Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten kota melaporkan jumlah pemilih menggunakan surat pengganti KTP elektronik tersebut dalam acara Ekspose Kesiapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2017 di aula KPU Provinsi Banten, Cipocok, Kota Serang, Selasa (14/2).

“Hasil tadi sebanyak 44.824 pemilih menggunakan suket, itu diluar dari pemilih di Kabupaten dan Kota Serang, tadi laporannya sama dengan jumlah sebelumnya,” ujar Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriatna saat konferensi pers di Media Center KPU Banten.

Saat ditanya berapa jumlah pemilih menggunakan suket dari dua wilayah tersebut, Agus mengaku tengah tidak memegang data tersebut. “Cuma hasilnya gak terlalu jauh dengan itu,” ujar Agus.

Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Banten Syaeful Bahri menuturkan, pada hari pemungutan suara besok, untuk mengatisipasi kecurangan menggunakan suket, petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten kota membuka call center. “Jadi kalau ada suket yang diragukan, petugas bisa langsung telepon ke call center masing Disdukcapil,” ujarnya.

Untuk distribusi suket, KPU Banten membatasi Disdukcapil kabupaten kota hingga hari ini. Itu berdasarkan kesepakatan sejumlah pihak yang terlibat pada Pilgub Banten tahun ini. “Arahan Kemendagrinya kan samapi besok masih, tapi sesuai kesepakatan semuanya hanya hingga hari ini,” ujarnya.

Penjabat sementara Gubernur Banten Nata Irawan dalam kesempatan yang sama berharap semoga proses pemungutan suara besok bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga didapatkan pemimpin yang sesuai harapan dan mampu mengemban amanah memimpin Banten selama lima tahun kedepan.

“Kita pun besok akan melakukan pemantauan ke daerah, kita bagi ke tiga zona, zona 1 Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang, zona 2 yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, dan zona 3 yaitu Kota Tangerang, Kota Tangsel, dan Kabupaten Tangerang,” ujar Nata. (Bayu)