SERANG – Pemilih milenial di Kota Serang masih bingung tata cara pencoblosan lantaran banyaknya perubahan mekanisme pada Pemilu 2019.

Jumlah pemilih milenial cukup besar. Tercatat sekira 20 persen pemilih dari 461.340 total daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Serang.

Komisioner KPU Kota Serang Fahmi Musyafa mengatakan, KPU menargetkan partisipasi pemilih sebesar 77,50 persen. Sedangkan target partisipasi untuk pemilih milenial sebesar 100 persen. “Jumlah pemilih milenial dan pemula yang sebesar 20 persen kita target semuanya menggunakan hak pilih,” katanya di sela-sela KPU Goes to Campus di Untirta, Kamis (14/3).

Menurut Fahmi, meski banyak pemilih milenial dari kalangan pelajar dan mahasiswa banyak yang bingung. Itu tidak lepas dari adanya beberapa perubahan mekanisme aturan pada Pemilu 2019.

Misalnya, aturan tentang sah tidaknya mekanisme pencoblosan. Ada beberapa yang kurang paham cara pencoblosan, khususnya yang legislatif. Karena di aturan, ketika pemilih mencoblos lebih dari satu orang tanpa mencoblos partainya, maka surat suaranya sah untuk partai politik. “Dulu kan enggak sah, sekarang dianggap sah,” paparnya.

Mengenai perubahan atau pemindahan lokasi pemilihan, pihaknya memberitahukan kepada mahasiswa jika akan menggunakan hak pilih di luar TPS yang sudah ditetapkan dapat mengurus perpindahan.

“Kebanyak mereka (pemilih milenial) agak cuek dan anggap pemilu tidak ada hubungannya degan mereka. Makanya kita datang ke kampus untuk memberikan penyadaran bahwa pemilu itu penting bagi mereka di masa depan,” sambung Fahmi.

Kabag Akademik Kemahasiswaan Untirta Tb Bahtera Rohimudin mengatakan, pemilih milenial atau generasi muda dan mahasiswa Untirta harus aware terhadap pemilu. Terlibat aktif dan menggunakan hak politiknya untuk memilih pemimpin yang mereka nilai sesuai dengan hati.

“Selain menggunakan hak pilihnya, mahasiswa diminta terlibat aktif, termasuk mengawasi proses pemilu,” cetusnya. (Ken Supriyono)