Pemilih Tambahan di Lebak 609 Orang

0
56
Ketua KPU Lebak Ni'matullah.


LEBAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak menggelar rapat pleno daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK). DPTb masuk ditetapkan sebanyak 609 orang. Sedangkan DPTb keluar sebanyak 373 orang.

Ketua KPU Lebak Ni’matullah memimpin rapat pleno DPTb pasca-putusan MK di aula KPU Lebak, Kamis (11/4). Kegiatan tersebut dihadiri komisioner KPU Lebak, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sebelum disahkan, beberapa pengurus partai politik diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan terkait dengan DPTb tersebut.

Ketua KPU Lebak Ni’matullah mengatakan, masa pengurusan pindah lokasi memilih atau pindah tempat pemungutan suara (TPS) telah berakhir pada 10 April 2019. Dari rekapitulasi KPU Lebak, jumlah DPTb masuk sebanyak 609 orang, dengan rincian DPTb masuk yang mengurus di daerah asal 160 orang dan DPTb masuk yang mengurus di daerah tujuan 449 orang. Untuk DPTb keluar sebanyak 373 orang, yaitu DPTb keluar yang mengurus di daerah asal 266 orang dan DPTb keluar yang mengurus di daerah tujuan 107 orang.

“KPU Lebak telah menetapkan data (DPTb) pemilu 2019. Pemilih yang masuk dan keluar jumlahnya tidak berbeda signifikan, karena itu tidak ada TPS tambahan di Lebak,” kata Ni’matullah kepada wartawan usai menggelar rapat pleno di kantor KPU Lebak.

Untuk jumlah DPT Lebak sendiri, yakni sebanyak 987.511 orang. Bagi masyarakat yang belum masuk ke dalam DPT dipastikan masih tetap dapat menggunakan hak pilihnya. Mereka cukup membawa KTP elektronik atau surat keterangan pengganti KTP sebagaimana keputusan MK. Namun, waktu pencoblosan bagi warga yang tidak masuk DPT, yaitu mulai pukul 12.00 sampai 13.00 WIB. Jadi, mereka tidak boleh mencoblos sebelum pukul 12.00 WIB.

“Warga yang mencoblos menggunakan KTP dan Suket hanya bisa menyalurkan hak politiknya di TPS sesuai alamat di KTP,” terangnya. (Mastur)