Pemilik Ratusan Ton Solar Ilegal Ditangkap

0
745 views
Petugas kepolisian saat memeriksa muatan mobil boks yang membawa solar subsidi di Mapolda Banten, Selasa (25/8)

SERANG – S alias UD (40) warga Pesanggrahan Jakarta Selatan, diamankan petugas Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Banten. Pemilik ratusan ton solar ilegal itu diringkus setelah sempat kabur.

“Tersangka kita lakukan penangkapan pada Juni 2020 lalu. Tersangka ini sempat melarikan diri dan berhasil kita tangkap di kediamannya. Perkara tersebut sebentar lagi akan P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap-red) dan kita limpahkan ke pihak kejaksaan,” kata Direktur Reskrimsus Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Nunung Syaifuddin dikonfirmasi Selasa (25/8).

Sebelumnya mobil Isuzu Boks nopol B 9352 TQA diamankan petugas di dekat SPBU Jalan Raya Serang KM 22, Kampung Kawidaran, Desa Cibadak, Kabupaten Tangerang, Rabu (25/9/2019). Mobil tersebut dikemudikan oleh sopir berinisial HD. Namun saat akan dilakukan penangkapan warga asal Lampung Timur tersebut berhasil melarikan diri. “Sopirnya kabur sampai saat ini belum berhasil ditangkap,” ujar Nunung.

Saat dilakukan pemeriksaan, di dalam boks mobil tersebut terdapat mesin pompa yang berfungsi menyedot BBM ke tempat penampungan air atau kempu.

 “Setiap kali ngisi BBM mesin air ini kemudian dinyalakan. BBM tersebut kemudian masuk ke dalam kempu (kotak tertutup-red),” ujar Nunung didampingi penyidik Nurdiansyah.

Agar tidak dicurigai petugas SPBU, HD berpindah-pindah tempat pengisian di daerah Tangerang. Dalam sehari, HD mampu mengisi penuh kempu berisi solar. “Kempu ini kapasitasnya bisa sampai satu ton solar subsidi,” kata mantan Kapolres Serang tersebut.

Pembelian solar subsidi tersebut dilakukan atas perintah S alias UD. Untuk menjalankan bisnis ilegalnya tersebut S alias UD memberikan uang kepada HD untuk membeli solar. “HD ini dimodali oleh S alias UD. BBM subsidi itu oleh S dijual kepada konsumennya untuk kebutuhan industri,” ucap Nunung.         

Pembelian BBM subsidi tersebut sudah dilakukan HD sejak Juni 2019. Perdagangan BBM ilegal tersebut terungkap setelah adanya informasi dari masyarakat. “Kita ungkap berkat adanya informasi dari masyarakat,” ujar Nunung.

Kini S alias UD mendekam di Rutan Mapolda Banten. Ia dijerat Pasal 55 dan atau Pasal 53 huruf b, c, d UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1. “Ancaman pidananya lima tahun,” tutur Nunung. (mg05/nda)