Pemkab Akui Kesulitan Atasi Banjir

0
371 views
Sejumlah warga Kampung Sukajadi Jatok, Desa Gombong, mengeringkan badan pada dataran tinggi, Senin (22/1/2018). Mereka berkumpul di tugu itu menunggu air surut.

PANDEGLANG – Asda Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Pandeglang Indah Dinarsiani mengakui saat ini Pemkab kesulitan dalam mengatasi bencana banjir.

Hal itu, kata dia, terjadi karena beberapa aliran sungai di Pandeglang mengalami pendangkalan sehingga kerap meluap ketika musim hujan.

Indah menjelaskan, beberapa aliran sungai yang selalu meluap dimusim penghujan, di antaranya sungai Ciliman dan Cilemer. Kedua sungai itu, lanjutnya, menjadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah Pandeglang. “Kita enggak bisa berbuat banyak, karena memang kewenangan melakukan normalisasi sungai ada di Pemerintah Pusat, bukan di daerah,” katanya, kemarin.

Indah menerangkan, Pemkab telah melayangkan surat permohonan dilakukan normalisasi sungai kepada Pemprov Banten, Pemerintah Pusat, dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3), tetapi belum ada respons. “Ibu Bupati (Irna Narulita-red) sudah menyampaikan secara langsung permohonan itu bulan Maret kemarin, tetapi memang sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya,” katanya.

Selain normalisasi sungai, kata Indah, penanganan banjir juga bisa dilakukan dengan cara melakukan penghijauan atau penanaman pohon.

“Nah untuk penghijauan ini sebetulnya Pemkab tidak memiliki kewenangan, karena adanya di Pemprov Banten. Tetapi memang, kami juga sudah menyampaikan hal itu. Kita juga bersyukur, beberapa waktu lalu ada pihak yang melakukan penanaman pohon di Pandeglang,” katanya.

Indah berjanji, akan terus berupaya agar normalisasi sungai yang menjadi penyebab banjir bisa segera dilakukan. “Upaya akan terus kita lakukan sampai normalisasi aliran sungai yang mengalami pendangkalan bisa teratasi. Soalnya, kalau itu tidak dilakukan, Pandeglang akan tetap banjir,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Habibi Arafat menyarankan agar semua instansi yang membidangi masalah itu berkoordinasi dengan Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat supaya persoalan banjir yang terjadi setiap tahun bisa teratasi.

“Saya kira pencegahan banjir itu bukan hanya memberikan pemahaman, tetapi harus ada penanganan. Yaitu normalisasi sungai dan menjaga alam. Kalau kedua hal itu tidak bisa dilakukan, Pandeglang, tetap akan dilanda banjir,” katanya. (dib/zis)