Pemkab Berencana Ajak Pemkot Serang Bentuk Tim Inventarisasi

0
498 views

SERANG – Sebagian aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang secara bertahap diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Agar semua persyaratan dokumen kepemilikan aset baik, Pemkab berencana mengajak Pemkot untuk membentuk tim inventarisasi bersama.

Sekadar diketahui, pada penyerahan aset tahap kedua, sesuai pernyataan Asda II Pemkot Serang Mochamad Poppy Nopriadi, Pemkab berencana melimpahkan 377 aset yang ada di Kota Serang. Namun, yang diyakini kelengkapan dokumennya oleh Pemkot baru 72 unit.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang Sarudin menyatakan, aset yang akan segera diserahkan kepada Pemkot baru 72 item senilai Rp104 miliar yang dokumennya sudah lengkap. Yang belum lengkap dokumennya, kata dia, persoalannya macam-macam. Misalnya, dokumen barang ada yang tidak ada dalam catatan dan ada juga yang belum tercatat.

“Kondisi dokumen aset pas diserahkan ke kita juga tidak semua lengkap. Zaman dulu aset masih tercatat di Jawa Barat, bulan pengadaan tahun muda,” terang mantan kepala Bagian Akuntansi Setda Kabupaten Serang itu di ruang kerjanya, gedung Setda Kabupaten Serang, Selasa (31/1).

Aset-aset peninggalan zaman dulu, kata dia, masih tercatat di Jawa Barat. Untuk itu, pihaknya menunggu langkah dari pemerintah kota untuk membentuk tim inventarisasi bersama dengan Pemkab. “Kita akan lakukan cek fisik antara tim Pemkab dan tim Pemkot, tapi belum. Kita sedang menyusun LKPD (laporan keuangan pemerintah daerah). Sekarang kan SOTK (struktur organisasi dan tata kerja) baru, jadi belum sempat ketemu,” katanya.

Meski demikian, Sarudin belum mengetahui kapan bisa melakukan pertemuan dengan Pemkot. Katanya, ke-72 aset segera diserahkan kepada Pemkot, meskipun masih ada beberapa yang belum dilengkapi. “Dari 72 aset itu akan diinventarisasi ulang. Jangan sampai pas diserahkan salah,” tegasnya.

Sebanyak 72 aset itu, diungkapkan Sarudin, di antaranya Stadion Ciceri, rumah susun sederhana sewa (rusunawa), dan Alun-alun Barat selain lahan. Tahapan penyerahannya, masih antara bagian, belum sampai pembahasan ranah pimpinan. “Nanti kita akan cek fisik bareng-bareng dulu. Adapun nanti diserahkan atau tidaknya tergantung pimpinan,” terangnya.

Menurut Sarudin, jika aset sudah tercatat dan digunakan, sudah menjadi bagian dari aset pemda. Pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), pengakuan aset yang belum ada dokumen, tetapi sudah ditempati sekian tahun harus dicatat. “Adapun sengketa atau bermasalah itu ranahnya pengadilan. Sekarang jalani saja,” ujarnya.

Adapun dokumen ketika diserahkan belum ada atau tidak lengkap seperti contoh tanah maka tinggal dikoordinasikan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Yang penting pemda mempunyai catatan aset. “Teman-teman kota tinggal sertifikasi saja. Ya, rencana yang mau diserahkan 72 aset, bisa bertambah atau berkurang. Kebanyakan aset tanah,” ungkapnya.

Kepala Subbidang (Kasubid) Penataan dan Inventarisasi Aset BPKAD Kabupaten Serang Erwin Setiawan menambahkan, Pemkab bukan memperlambat proses penyerahan aset, hanya ingin yang diserahkan sudah tidak ada masalah dan tidak menimbulkan gejolak. “Makanya, aset yang akan diserahkan harus diinventarisasi dulu. Hasil rekon kebanyakan barang. Kalau ada dokumen yang kurang lengkap, ya dimaklumi,” tandasnya.

Sebelumnya, terkait pelimpahan kepemilikan aset oleh Pemkab, Pemkot sempat menolak karena masih banyak yang belum dilengkapi persyaratan dokumen kepemilikan aset. Akibatnya, aset-aset yang diserahkan Pemkab sempat menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lantaran bernilai Rp0. Dari 11 ribu aset yang diserahkan Pemkab pada penyerahan aset tahap awal, seluruhnya tidak memiliki nilai. (Nizar S/Radar Banten)