Pemkab Butuh 16 Tahun untuk Menerangi Jalan Kabupaten Serang

M Entol Rudy Afandi

SERANG – Pemkab Serang bisa butuh waktu sampai 16 tahun untuk menerangi semua jalanan di wilayahnya. Dari 14.000 titik yang harus difasilitasi penerangan jalan umum (PJU), baru 6.000 titik yang sudah dilengkapi penerangan. Sementara, 8.000 titik lagi dicicil. Setiap tahun, Pemkab cuma mampu menyediakannya kurang lebih di 500 titik.

“Setiap tahun, anggaran untuk PJU ada. Tapi kendalanya, wilayah Kabupaten Serang luas, sementara anggaran yang ada di APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) terbatas,” ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang M Entol Rudy Affandi saat ditemui Radar Banten di ruang kerjanya di Jalan Raya Serang-Jakarta, kawasan Pakupatan, Kota Serang, Kamis (13/4).

Tahun ini, Rudy menyebutkan, instansinya hanya akan memasang PJU di 480 titik jalan di sejumlah kecamatan. Keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab menjadi salah satu penyebab.

“Kebutuhan seluruhnya kan 14.000 PJU. Sementara, per tahun kita hanya mampu menganggarkan kurang lebih untuk 500 titik. Jadi, butuh 14 tahun lebih untuk menyelesaikan persoalan PJU,” tegasnya.

Rudy tidak memungkiri jika masih banyak jalan di Kabupaten Serang yang gelap ketika malam hari. Paling banyak tersebar di wilayah Serang Barat, seperti di Kecamatan Mancak, Gunungsari, dan Waringin Kurung. Pemkab masih sangat membutuhkan bantuan dari Pemprov Banten dan pemerintah pusat untuk menuntaskan persoalan PJU juga bidang pembangunan lainnya.

Rudi sepakat, PJU sangat penting untuk meminimalkan kecelakaan lalu lintas dan kejahatan jalanan pada malam hari. Jalan disebut bagus, bukan hanya karena infrastrukturnya saja yang baik, melainkan juga dilengkapi rambu lalu lintas, marka, dan PJU yang memadai.

“Terjadinya kecelakaan kan bukan karena jalan rusak saja, tetapi bisa karena memang enggak ada rambu-rambu seperti di tikungan. Lalu, pas malam hari, gelap karena enggak ada PJU-nya,” jelasnya.

Persoalan PJU yang menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Serang ini pernah disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Serang Desi Ferawati pada paripurna hasil reses masa sidang kedua, pekan lalu. Keluhan itu, ungkapnya, diutarakan oleh warga dari daerah pemilihan (dapil) lima. PJU yang minim seperti di wilayah Kecamatan Bojonegara dan Puloampel, dikatakan menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas pada malam hari. Jalanan yang gelap ketika malam hari juga bisa memicu tindak kejahatan.

“Warga bukan hanya butuh perbaikan jalan saja, tetapi juga pemasangan PJU dan rambu-rambu lalu lintas,” tandas Desi. (Nizar S/Radar Banten)