Pemkab Janji Lakukan Penertiban Truk Bermuatan Pasir Basah

0
83

RANGKASBITUNG – Pemkab Lebak mengakui aktivitas truk bermuatan pasir basah kembali marak. Terkait persoalan itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak dan Polres Lebak telah diperintahkan untuk melakukan penindakan terhadap tindakan itu karena telah melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Asda Bidang Pemerintahan Pemkab Lebak Alkadri menyatakan aneh dengan kondisi tersebut. Kata dia, meski sebelumnya telah ditindak, pelanggaran UU Lalu Lintas dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) kembali dilanggar. “Memang, hasil pantauan kami di lapangan sudah marak lagi. Makanya, kita lakukan evaluasi terkait persoalan tersebut dengan OPD (organisasi perangkat daerah-red) dan pihak kepolisian,” kata Alkadri kepada Radar Banten, kemarin.

Penindakan truk angkutan pasir basah dan kendaraan yang melebihi muatan menunggu agenda dari pihak kepolisian. Tapi, Pemkab Lebak meminta kepada Dishub dan Polres Lebak segera melakukan tindakan di lapangan. Tujuannya, supaya bisa memberikan efek jera terhadap sopir angkutan pasir yang membandel. “Kami kecewa terhadap pengusaha angkutan pasir yang membandel. Mereka terus menerus melakukan pelanggaran di jalan raya,” jelasnya.

Dari keterangan Dishub, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan pihak kepolisian, tambang pasir yang menjual pasir basah memiliki izin usaha pertambangan (IUP). Namun ia berjanji, tetap akan menyurati Pemprov Banten untuk mengevaluasi IUP tambang pasir yang beroperasi di Lebak. Tujuannya, supaya Pemprov Banten melalui dinas terkait memberikan teguran atau sanksi berat terhadap pengusaha tambang pasir yang nakal. “Pemilik tambang pasir mestinya mengeringkan dulu pasir hasil produksi. Mereka tidak boleh langsung menjualnya kepada sopir truk. Tapi faktanya, pasir hasil produksi langsung dimuat ke truk dan di bawa ke jalan raya. Akibatnya, air dari atas truk mengotori jalan dan membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Dihubungi melalui telepon, Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Lebak Komisaris Polisi (Kompol) Andi Suwandi menyatakan, operasi penertiban angkutan pasir basah dan overtonase akan segera dilakukan. Rencananya, kegiatan tersebut bakal dilaksanakan setelah Operasi Patuh Kalimaya. Mengingat, personel Polres Lebak cukup terbatas.

“Polres Lebak bersama Dishub akan menggelar operasi gabungan untuk menindak angkutan pasir yang membandel. Waktunya, akan dibahas setelah operasi patuh selesai,” ungkapnya. (Mastur/RBG)