Kepala Disnakertrans Kabupaten Lebak Maman Suparman saat dikunjungi ketua SPSI Yogi Rohmat dengan eks karyawan PT. Saedong, Mala.

LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akan melakukan peninjauan kembali terhadap fasilitas-fasilitas yang harus ada di PT Saedong.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Lebak Maman Suparman mengaku saat berkunjung ke PT. Saedong satu hari yang lalu terkait video penyekapan karyawan yang beredar, saat melakukan pengecekan fasilitas di perusahaan tersebut, tempat ibadah bagi umat Islam hanya seluas satu meter lebih.

“Selanjutnya kita akan koordinasikan dengan dinas terkait untuk tahap. Karena hal ini sudah melanggar aturan perizinan,” ujar Maman Suparman saat dikunjungi ketua SPSI Yogi Rohmat dengan eks karyawan PT. Saedong, Mala untuk melaporkan pelanggaran HAM oleh perusahaan yang bergerak memproduksi sepatu di kantor Disnakertrans Lebak, Kamis (8/2).

Maman menjelaskan, hal tersebut terungkap ketika dirinya ingin mengetahui tempat atau ruangan yang diduga untuk melaukan penyekapan terhadap belasan karyawan yang terekam di video dan tersebar luas.

“Ruangan tersebut (lokasi dugaan penyekapan) merupakan toilet. Ternyata setelah dilakukan pengecekan di perusahaan tersebut tidak ada fasilitas tempat peribadahan bagi umat muslim. Saya tanyakan langsung ke manajemen perusahaan, katanya ada. Ternyata setelah ditunjukkan tidak jauh ditempat penyekapan hanya ada gang atau ruangan kurang lebih satu meter setengah yang katanya itu adalah tempat ibadah,” tukasnya.

Lebih lanjut, Maman menjelaskan, bagaimana bisa tempat ibadah hanya seluas satu meter lebih, mengingat karyawan yang ada di perusahaan mencapai 900 lebih hampir satu ribu.

“Notabene karyawan di Kabupaten Lebak ini mayoritas umat islam, bisa dibayangkan jika mereka semua melakukan ibadah di tempat satu meter lebih saja,” katanya. (Omat/twokhe@gmail.com).

BAGIKAN