Pemkab Lebak Alokasikan Rp 1,35 Miliar untuk Pimpinan Ponpes

RANGKASBITUNG – Pemkab Lebak beberapa hari lalu telah membagikan uang insentif untuk 1.500 pimpinan pondok pesantren (ponpes) yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Insentif berupa uang tunai sebesar Rp1,35 miliar itu bersumber dari APBD 2018.

Sekretaris Umum Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak Ade Bujhaerimi mengakui, pimpinan ponpes di Lebak setiap tahun mendapat dana insentif dari Pemkab. Insentif tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dan komitmen Pemkab terhadap dunia pendidikan, khususnya pada bidang pendidikan keagamaan. Masing-masing pimpinan ponpes diberi uang tunai sebesar Rp900 ribu.

“Anggaran tersebut ditransfer Pemkab Lebak ke rekening FSPP Lebak. Selanjutnya, FSPP membagikannya kepada pimpinan ponpes di 28 kecamatan,” kata Ade Bujhaerimi kepada Radar Banten, kemarin.

Ade mengklaim, pimpinan ponpes kini masih memiliki peran penting dalam pembinaan mental dan spiritual generasi muda di Lebak. Pesantren menjadi benteng dalam menangkal paham radikal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga, pimpinan ponpes dinilai telah berjasa dalam mendidik anak-anak muda di Lebak.

“Pemberian insentif terhadap pimpinan ponpes diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan generasi muda di daerah sehingga citra Lebak sebagai Kota Seribu Pesantren dapat terus terjaga,” ungkapnya.

Ketua FSPP Kabupaten Lebak KH Pupu Mahpudin menyebutkan bahwa dana insentif pimpinan ponpes dari Pemkab Lebak setiap tahun nilainya terus mengalami peningkatan. Tahun lalu, pimpinan ponpes hanya mendapat Rp600 ribu, tahun ini naik menjadi Rp900 ribu per orang.

Pupu meyakini, ke depan dana insentif akan terus ditingkatkan. Apalagi, para pimpinan ponpes terus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah di bidang keagamaan. “Kami bersyukur memiliki pemimpin yang punya perhatian besar terhadap pondok pesantren. Tidak hanya insentif pimpinan, ponpes di Lebak juga menerima bantuan hibah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para santri dari Pemkab Lebak,” terangnya.

Kepala Sub Bagian Keagamaan pada Bagian Kesra Pemkab Kabupaten Lebak Iyan Fitriyana menceritakan, tradisi pemberian dana insentif bagi pimpinan ponpes telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

Kebijakan tersebut, kata dia, sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap pimpinan ponpes yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan keagamaan di Lebak. “Dana insentif yang kita berikan kepada pimpinan ponpes belum seberapa karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ke depan, Pemkab akan terus mengupayakan penambahan insentif untuk pimpinan pesantren di 28 kecamatan,” jelasnya.

Dijelaskan Iyan, lembaga pendidikan pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Bahkan dari rahim pesantren lahir puluhan atau bahkan ratusan tokoh nasional yang memiliki kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan. Di era modern, peran pesantren dalam pembangunan nasional sangat besar. Karena itu, wajar jika kemudian pemerintah memberikan bantuan untuk mengembangkan dan memajukan pesantren di Indonesia.

“Sekarang, jutaan anak muda menimba ilmu di pesantren. Mereka diharapkan dapat menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas intelektual dan moral baik,” harapnya. (Nurabidin Ence/RBG)