Pemkab Lebak Bantu Korban Banjir Rob

Asda I Bidang Pemerintahan Pemkab Lebak Alkadri (kiri) meninjau bangunan dan warung yang ambruk di Pantai Pasir Putih, Kecamatan Cihara, Kamis (26/7). DOK ASDA I SETDA LEBAK UNTUK RADAR BANTEN

CIHARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mendistribusikan bantuan sembako kepada korban banjir rob atau gelombang tinggi di wilayah Lebak Selatan, kemarin. Bantuan tersebut diharapkan mampu meminimalisasi penderitaan yang dirasakan korban yang terdampak cuaca ekstrem.

Asda I Bidang Pemerintahan Pemkab Lebak Alkadri mengatakan, korban banjir rob di Ciparahu, Kecamatan Cihara, berjumlah 13 kepala keluarga (KK). Sebagian warga yang warungnya rusak dan ambruk terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya. Mereka tidak lagi memiliki tempat tinggal karena warung yang rusak dihantam ombak pada Rabu (25/7) dini hari difungsikan sebagai tempat tinggal masyarakat bersama keluarganya.

“Saya baru bisa turun ke lapangan untuk meninjau kondisi bangunan yang rusak akibat dihantam banjir rob. Kondisinya cukup memprihatinkan, rumah dan warung warga banyak yang rusak berat dan tidak lagi bisa ditempati,” kata Alkadri kepada Radar Banten, kemarin.

Bantuan yang diserahkan mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu berupa, beras, mi instan, gula, minyak, dan selimut. Bantuan tanggap darurat tersebut diharapkan dapat mengurangi beban hidup keluarga korban banjir rob. Untuk itu, ke depan pemerintah akan mengupayakan bantuan material bangunan terhadap masyarakat di pesisir pantai Lebak Selatan.

“Gelombang laut di perairan Banten Selatan masih tinggi. Masyarakat dan nelayan tidak berani beraktivitas di laut. Karenanya, mereka memilih untuk istirahat. Ada juga yang mencari aktivitas lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Cuaca ekstrem di perairan Banten Selatan, katanya, masih akan terjadi sampai 28 Juli 2018. Angin kencang dan gelombang tinggi tersebut membahayakan keselamatan nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut. Oleh karena itu, sejak 22 Juli 2018, Pemkab Lebak melalui BPBD dan pemerintah kecamatan telah memberikan imbauan kepada masyarakat nelayan agar tidak memaksa melaut. Dikhawatirkan, gelombang tinggi dan angin kencang dapat menimbulkan kecelakaan laut yang dapat menghilangkan nyawa nelayan.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak Kaprawi membenarkan, Pemkab Lebak telah menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di pesisir pantai di Lebak Selatan. Bantuan tanggap darurat tersebut diberikan untuk memastikan korban cuaca ekstrem di Bayah, Panggarangan, Cihara, Malingping, dan Cilograng mendapatkan pasokan makanan yang cukup. Jadi, mereka tidak kesulitan untuk makan dan minum.

“Potensi gelombang tinggi di perairan Banten Selatan masih akan terjadi. Kita imbau masyarakat tetap waspada dan tidak beraktivitas di laut sampai akhir Juli 2018,” harapnya.

Cecep Badri, warga Ciparahu, Kecamatan Cihara, mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemkab Lebak kepada masyarakat di pesisir pantai. Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah memiliki perhatian yang besar terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Untuk itu, ke depan dia dan warga lain ingin Pemkab Lebak memberikan bantuan untuk pembangunan warung dan rumah yang rusak berat diterjang ombak tinggi.

“Harapan kami, Pemkab juga memberikan bantuan material bangunan. Bahan-bahan bangunan itu akan digunakan untuk membangun kembali warung dan rumah yang luluh lantak akibat terjangan ombak,” katanya. (Mastur/RBG)