Pemkab Lebak Bantu Warganya yang Tenggelam di Papua

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya memberikan keterangan kepada wartawan mengenai warganya yang tenggelam di muara Sungai Digoel, Papua.


LEBAK – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya memerintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Dinas Sosial untuk membantu keluarga korban KMN Lang 01 yang hilang di Muara Sungai Digoel, Papua.

Bupati akan berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Kelautan agar delapan warga Sukadaya dan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, cepat ditemukan dan dipulangkan ke kampung halamannya.

“Proses pencarian harus terus dilakukan agar keluarga korban di Cikulur mendapatkan kepastian mengenai nasib anggota keluarganya yang hilang di Papua,” ungkap Iti, Rabu (30/1).

Mengenai hak keluarga korban yang belum dipenuhi manajemen KMN Lang 01, Iti mengatakan, menugaskan Disnakertrans Lebak untuk melakukan komunikasi serta koordinasi dengan pihak terkait di Jakarta. Tujuannya, supaya keluarga korban yang ditinggalkan mendapatkan santunan dari perusahaan perikanan yang mempekerjakannya tersebut. Informasinya, sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai santunan dari pemilik perusahaan perikanan yang mempekerjakan sembilan warga Cikulur.

“Kalau tidak ada perhatian sama sekali, kita akan laporkan perusahaan tersebut kepada Kementerian Kelautan. Sanksinya enggak main-main, izin perusahaan tersebut bisa dicabut pemerintah,” tegasnya.

Wanita berkacamata ini menjelaskan, para nelayan yang beraktivitas di laut biasanya telah diasuransikan. Di Lebak, nelayan tradisional di wilayah Lebak Selatan menerima bantuan asuransi gratis dari pemerintah. Nelayan yang meninggal ketika melaut akan mendapatkan klaim dengan nilai mencapai Rp200 juta. Untuk itu, pemerintah akan memfasilitasi keluarga korban mengurus asuransi kecelakaan laut tersebut.

“Saya meminta kepada keluarga untuk bersabar. Doakan korban yang hilang segera ditemukan, sehingga mereka bisa cepat dipulangkan ke Cikulur,” ujarnya.

Sembilan warga Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, menjadi korban Kapal Motor Nelayan (KMN) Lang 01 yang tenggelam di Muara Sungai Digoel, Papua, Kamis (24/1) lalu. Satu korban bernama Herman telah dipulangkan dan dimakamkan, sedangkan delapan lainnya masih hilang.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, sembilan warga Cikulur yang hilang di Muara Sungai Digoel bekerja sebagai nelayan di KMN Lang 01 sejak empat tahun lalu. Mereka biasanya pulang tiga atau tujuh bulan sekali ke rumahnya di Cikulur. Selama kerja di sana, para korban rutin mengirimkan uang kepada keluarga di kampung halamannya. Namun nahas, pada Kamis (24/1) keluarga di Kampung Cikondang Pasir, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, menerima kabar duka dari Papua.

KMN Lang 01 yang ditumpangi anak buah kapal (ABK) dari Cikulur tenggelam setelah dihantam ombak di Muara Sungai Digoel, Kamis (24/1). Pada Sabtu (26/1), beberapa ABK lain ditemukan termasuk korban Herman, warga Kampung Cikondang Pasir, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur. Hingga kemarin, delapan korban yang berasal dari Desa Sukadaya dan Sumurbandung belum ditemukan. Mereka adalah Arifudin (Kelasi), Abu Bakar (Kelasi), Jai (Kelasi), Sulem (Kelasi), Mulyono (Kelasi), Hasanuddin (Kelasi), Sidik (Kelasi), dan Kamdan Pratama (Kelasi). (Mastur/Aas)