Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kanan) bersama Bupati Iti Octavia Jayabaya (kiri) menyusuri untuk mengunjungi rumah batik Lebak yang berada di jalan Abdi Negara Rangkasbitung, Senin (27/8). 

RANGKASBITUNG – Pemkab Lebak dan Pemkot Bandung sepakat menjalin kerja sama di bidang ketahanan pangan (ketapang).

Kesepakatan tersebut tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani Bupati Iti Octavia Jayabaya dan Walikota Bandung Ridwan Kamil di pendopo Pemkab Lebak, Senin (27/8).

Menurut Emil, sapaan karib Ridwal Kamil, MoU di bidang ketapang ini hanya sebagai pembuka gerbang. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti bidang peternakan, pertanian, dan pariwisata. “Ya, kami minta bantuan Kabupaten Lebak untuk menyuplai kebutuhan masyarakat Bandung khususnya dalam bidang ketapang karena Lebak ini salah satu penyuplai beras di Banten,” ujar gubernur Jabar terpilih ini.

Emil menyatakan siap untuk mempromosikan pariwisata dan budaya yang ada di Kabupaten Lebak. “Tahun lalu saya sudah berkomitmen untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Lebak,” katanya.

Salah satu kegiatan promosi wisata itu, kata Emil, pihaknya akan mendirikan gedung Baduy Store di Kota Bandung. Kawasan itu untuk menampung produk khas masyarakat adat Baduy yang rencananya diresmikan pada Desember mendatang. “Saya telah berkomitmen untuk membantu memasarkan produk Baduy terutama kain tenunnya yang memang keren banget,” katanya.

Menurut Emil, Kabupaten Lebak merupakan wilayah yang sangat luas dengan segudang potensi. Potensi tersebut berupa pariwisata, budaya, sejarah, dan pertanian. “Walaupun secara administrasi kita dipisahkan, secara kebudayaan kita sama, baik bahasa, cara pandang, dan cara pikir. Ke depan, kita akan lakukan sinkronisasi antara budaya Sunda dari kedua daerah itu,” katanya.

Bupati Iti Octavia Jayabaya mengatakan, Pemkab siap menjadi pemasok produk pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Bandung. “Kota Bandung itu adalah kota konsumen dan melihat potensi bahwa kita adalah produsen. Ini merupakan langkah yang cukup menjanjikan bagi Pemkab karena selama ini kita kesulitan untuk memasarkan produk,” ujarnya.

Iti mengatakan, MoU ini adalah sebuah peluang bagi Pemkab untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat Lebak. “Tentunya ini adalah suatu peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor pertanian,” katanya seraya mengatakan, Pemkab Lebak mengapresiasi kedatangan Walikota Bandung ke Lebak. (nce/zis/dwi)