Bupati Iti Octavia Jayabaya meninjau lokasi banjir bandang, Kamis (23/5).

LEBAK- Pemkab Lebak bergerak cepat menanggulangi bencana banjir bandang yang menerjang empat kecamatan di wilayah Lebak Utara, Rabu (22/5) malam. Pemerintah membentuk tim penanggulangan bencana dan menjamin kebutuhan sandang dan pangan korban bencana alam di Kecamatan Sajira, Muncang, Leuwidamar, dan Cimarga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Kaprawi menyatakan, Bupati Iti Octavia Jayabaya memerintahkan kepada tim penanggulangan bencana daerah agar korban bencana alam mendapatkan bantuan. Bahkan, kebutuhan hidup sehari-hari korban terdampak banjir bandang dijamin pemerintah daerah, mulai dari kebutuhan makan dan pakaian. Kedua, penanganan infrastruktur jalan harus cepat dilakukan, sehingga akses transportasi masyarakat tidak terganggu. Ketiga, Pemkab akan menerjunkan tim teknis untuk melakukan pendataan dan verifikasi rumah, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lebak akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam penyaluran bantguan kepada korban,” kata Kaprawi kepada Radar Banten, Jumat (24/5).

Bantuan untuk korban bencana banjir bandang di empat kecamatan terus menerus disalurkan. Bahkan, beberapa camat dan kepala desa inisiatif datang langsung ke BPBD sambil membawa data warga yang terdampak bencana banjir bandang.

“Stok logistik untuk korban bencana alam cukup melimpah. Karena itu, ketika ada permintaan bantuan dari kecamatan maka BPBD akan langsung mendistribusikannya ke lapangan,” terangnya.

Camat Muncang Lingga Segara menyatakan, banjir bandang mengakibatkan jalan desa yang menghubungkan Kampung Handam, Desa Cikarang dengan Desa Maraya, Kecamatan Sajira tertutup longsor. Alat berat dari Dinas PUPR sudah diterjunkan sejak Kamis (23/5) lalu untuk menyingkirkan material longsoran. Namun, sampai sekarang proses pengerukan material longsor masih berjalan. Untuk itu, kendaraan roda empat belum bisa melintasi jalan desa di Desa Cikarang.

“Alat berat dari Dinas PUPR masih bekerja menyingkirkan material longsor. Harapannya, hari ini proses pengerukan material longsor dapat selesai,” katanya. (Mastur)