Pemkab Lebak Targetkan Juara Umum di Pospeda VI Banten

LEBAK – Bupati Iti Octavia Jayabaya melepas 133 orang santri dan 34 ofisial yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Seni antar Pondok Pesantren (Pospeda) VI Banten.

Dia berharap, kontingen Lebak dapat mempertahankan juara umum pada ajang  yang akan dilaksanakan di Serang, dari Senin-Rabu (14-16/10).

“Saya ingin para santri bertanding dengan sportif. Jangan lakukan hal-hal yang mencederai nilai-nilai fair play,” kata Iti Octavia Jayabaya sesaat setelah melepas kontingen Pospeda di Pendopo Pemkab Lebak, Senin (14/10).

Bupati Lebak dua periode ini optimistis, kontingen asal Lebak mampu menjadi juara umum pada Pospeda VI di Kota Serang. Jika hal itu terwujud berarti, Lebak akan mempertahankan prestasi seperti tahun lalu. “Capai prestasi terbaik. Tunjukkan bahwa santri asal Lebak mampu bersaing dengan santri dari kabupaten kota lain di Banten,” harapnya.

Untuk itu, ke depan Iti meminta kepada pimpinan pondok pesantren intens melakukan pembinaan terhadap santri. Jika ada santri yang potensial di bidang olahraga dan seni, maka harus terus diasah kemampuannya.

Salah satunya dengan mengikutsertakan dalam berbagai kompetisi di tingkat desa, kecamatan, dan tingkat kabupaten. “Lebak memiliki stok santri yang tidak terbatas. Karena kita memiliki 1.500 pondok pesantren yang tersebar di 28 kecamatan. Jika masing-masing pesantren mampu melahirkan dua santri berprestasi di bidang olahraga dan seni, maka akan ada 3.000 orang santri yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lebak Ahmad Tohawi mengatakan, ada 15 cabang olahraga dan seni yang akan dipertandingkan pada Pospeda VI Banten.

Di antaranya, bola voli, pencak silat, futsal, senam santri, hadang (gobag), kaligrafi Islami, pidato tiga bahasa, seni lukis, cipta dan baca puisi, seni kriya, dan stand up komedi. “Dengan pencapaian tahun sebelumnya, saya tentu optimistis kontingen Pospeda Kabupaten Lebak akan kembali meraih juara umum,” ujarnya.

Untuk itu, Tohawi meminta kepada para santri agar bersungguh-sungguh dalam bertanding. Fokus, percaya diri, dan jangan lengah. “Selama ini, para santri yang ikut Pospeda VI Banten telah dibina di pondok pesantrennya masing-masing. Mereka merupakan yang terbaik dan diharapkan menghasilkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi,” harapnya.

Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak Ade Bujhaerimi mengaku, alokasi anggaran yang terbatas untuk Pospeda Banten tahun ini sama sekali tidak mengganggu persiapan kontingen santri asal Lebak. Namun, Ade meminta kepada Kantor Kemenag Lebak dan Pemkab Lebak untuk mengalokasikan anggaran Pospeda pada 2020.

Tujuannya, kata dia, supaya atlet yang berprestasi dapat terus dibina, karena mereka telah menjadi kebanggaan Lebak. “Santri yang berprestasi harus diberikan apresiasi dari pemerintah. Mudah-mudahan, tahun depan ada alokasi untuk pembinaan dan bonus para santri yang mempersembahkan gelar juara,” katanya. (tur/zis)