Pemkab Pandeglang Siapkan 1.463 Hektare Lahan untuk Industri

Lokasinya Tersebar di 22 Kecamatan

PANDEGLANG – Pembahasan Raperda Perubahan Atas Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pandeglang Tahun 2011-2031 terus dioptimalkan.

Kemarin (9/4), DPRD kembali menggelar rapat paripurna raperda revisi RTRW Kabupaten Pandeglang itu dengan beragendakan penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum fraksi terhadap raperda tersebut.

Dalam nota jawaban, Bupati Irna Narulita menyampaikan bahwa Pemkab bakal menyediakan lahan seluas 1.463 hektare khusus untuk kawasan industri besar, sedang, dan kecil yang tersebar di 22 kecamatan. Tujuannya untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam berivestasi.

Irna mengatakan, inisiasi perubahan RTRW Kabupaten Pandeglang tahun 2011-2031 itu sesuai dengan hasil kajian yang dilakukan Pemkab dengan perguruan tinggi, yang bertujuan untuk menghindari kebijakan dan pemanfaatan pola ruang yang tumpang tindih dengan pemerintah pusat dan Pemprov Banten. “Perubahan itu berdasarkan kajian teknis dan isi RTRW Kabupaten Pandeglang. Maka, rencana pola ruang Kabupaten Pandeglang menjadi kawasan industri besar, industri menengah, dan kawasan kecil dan mikro yang tersebar di semua wilayah di Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Terkait hal tersebut, Irna berjanji untuk melakukan koordinasi dengan Pemkab Lebak dan Pemkab Serang. Hal itu guna membahas pola ruang Kabupaten Pandeglang yang akan diubah. “Pemaduserasian dilakukan berdasarkan Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Batas Daerah Kabupaten Pandeglang dengan Kabupaten Serang dan Permendagri Nomor 4 Tahun 2016 tentang Batas Daerah Kabupaten Pandeglang dengan Kabupaten Lebak. Kami juga akan melakukan rapat dengan daerah perbatasan guna mengintegrasikan pola ruang,” katanya.

Ditemui di gedung DPRD Pandeglang, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Kurnia Satriawan menjelaskan, penempatan lokasi industri bakal difokuskan di wilayah selatan Pandeglang seperti di Kecamatan Cikeusik. “Untuk industri besar kita fokuskan di Kecamatan Cikeusik dan Kecamatan Sumur. Malah untuk industri kecil, tersebar di semua wilayah Pandeglang. Selain itu, lokasi untuk industri juga difokuskan di pintu keluar Tol Serang-Panimbang,” katanya.

Menurut Kurnia, jenis industri yang nantinya akan ada di Kabupaten Pandeglang bisa berupa pengolahan bahan tambang seperti pembuatan semen dan pabrik kimia lain. “Investor yang datang harus sesuai dengan komoditas yang hendak dia apply (terapkan), misalnya investor di bidang peternakan tinggal kita lihat adanya di mana? Di kita juga ada industri besar seperti pembuatan semen, kimia, dan lainnya. Tapi, penempatan industri itu tidak boleh tumpang tindih dengan lahan pertanian,” katanya. (Adib F/RBG)