Pemkab Serang Bangun Pengolahan Sampah di Setiap Kecamatan

0
198 views
Suasana diskusi pengolahan sampah di Graha Pena Radar Banten Lantai III, Jalan Kolonel Tb Suwandi, Lingkar Selatan, Kota Serang, Senin (5/8). Rozak/Radar Banten

SERANG – Pemkab Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mewacanakan pengolahan sampah di tingkat kecamatan. Dengan demikian, persoalan sampah dapat diselesaikan di tingkat kecamatan, tidak harus dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA).

Hal itu diungkapkan Kepala DLH Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto menindaklanjuti pertemuannya dengan Komisaris PT Bakti Bumi Puji Agus Santoso di Graha Pena Radar Banten, Jalan Kolonel Tb Suwandi, Lingkar Selatan, Kota Serang, Senin (5/8). Hadir Pemimpin Redaksi Radar Banten Delfion Saputra dan Redaktur Pelaksana Radar Banten Aditya Ramadhan.

Kata Budi, pihaknya mempunyai peluang untuk menangani sampah secara optimal dengan adanya kerja sama bersama PT Bakti Bumi. Menurutnya, mesin pemilah dan pencacah sampah yang dimiliki PT Bakti Bumi bisa mengolah sampah secara maksimal. “Saya rasa ini peluang kita untuk bekerja sama dengan pihak lain soal penanganan sampah,” ujarnya.

Budi mengaku akan menyampaikan penawaran dari PT Bakti Bumi kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk direalisasikan di Kabupaten Serang. “Nanti kita sampaikan ke Ibu Bupati. Jika Ibu Bupati setuju, akan dibuat surat peminatan. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut,” harapnya.

Sekadar diketahui, diskusi dimulai dengan presentasi dari Komisaris Bakti Bumi Puji Agus Santoso soal teknis pengolahan sampah yang diujinya di beberapa kabupaten kota. Diungkapkan Puji, pihaknya sudah bekerja sama dengan tiga daerah dalam hal pengolahan sampah. “Kita sudah bekerja sama dengan Sidoarjo, Surabaya, dan Lamongan,” ungkapnya.

Kata Puji, pengolahan sampah dilakukannya di tingkat kecamatan yang menempatkan mesin pemilah dan pencacah sampah di masyarakat. Kemudian sampah diolah menjadi bahan bakar, kompos, aspal, hingga produk barang plastik, salah satunya ember. “Mesin kita dapat memisahkan antara sampah organik dan non-organik secara sempurna,” jelasnya.

Katanya, keberhasilan sistem pengolahan sampah yang dimilikinya sudah dibuktikan di tiga daerah. Sampah tidak lagi dibuang ke TPSA, melainkan sudah dapat diselesaikan di tingkat kecamatan. “Bahkan di Sidoarjo sudah ada pabrik yang bisa mengolah barang jadi. Bahan bakunya dari sampah yang kita olah,” katanya.

Lebih lanjut Puji mengatakan, andai sudah terjalin kerja sama dengan Pemkab Serang maka mesin pengolahan sampah akan ditempatkan di tiap kecamatan. Satu mesin pengolahan sampah bisa menampung sampah dari 20.000 rumah tangga. “Idealnya masing-masing kecamatan ada. Tapi, kalau penduduknya sedikit, bisa kita gabungkan dengan kecamatan lainnya,” katanya.

Jika berminat, Puji menambahkan, Pemkab Serang hanya diminta menyediakan tanah sewaan untuk dijadikan tempat pengolahan sampah. “Kalau bangunan mesin dan pekerjanya dari kita. Pekerja juga kita ambil dari masyarakat sekitar, tidak boleh dari luar,” tegasnya. (jek/zai/ags)