Pemkab Serang Beli Stok Beras Petani

0
674 views
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meninjau beras Jaseng di gudang tempat penggilingan beras di Kecamatan Pontang, Kamis (16/4).

Untuk Membantu Warga Terdampak Covid-19

PONTANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana membeli beras hasil petani Kabupaten Serang untuk membantu masyarakat terdampak coronavirus disease (Covid-19). Stok beras yang tersedia di petani saat ini mencapai sekira 88 ribu ton.

Hal itu disampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat meninjau beras Jawara Serang (Jaseng) di Kecamatan Pontang, Kamis (16/4). Tatu memastikan, ketersediaan beras di Kabupaten Serang dalam kondisi aman. Katanya, para petani meminta Pemkab agar membeli gabah mereka. “Mereka (petani-red) menyampaikan Insya Allah aman (stok beras-red), karena mereka juga terus panen,” ujarnya.

Namun, kata Tatu, para petani meminta pembelian beras dengan uang tunai. Lantaran itu, pihaknya akan mendiskusikan permintaan petani dengan jajaran Pemkab Serang. “Kira-kira bisa enggak kita beri uang muka dulu. Karena waktu vicon (video conferensi-red) bersama Mendagri (Menteri Dalam Negeri), belanja pemerintah sekarang ini tata caranya lebih disederhanakan, karena menghadapi kondisi tidak normal,” terang ibu tiga anak itu.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten itu juga mengungkapkan, beras yang dibeli dari petani akan disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Disebutkan Tatu, ada 78 ribu warga Kabupaten Serang yang terdampak Covid-19 belum terkaver program bantuan sosial dari pemerintah. “Ini harus disiapkan (bantuan-red). Minimal mereka (masyarakat terdampak Covid-19) punya beras,” jelas politikus Partai Golkar ini.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana menambahkan, stok gabah petani Kabupaten Serang dari April hingga Mei mencapai sekira 168 ribu ton atau setara 88 ribu ton beras. Stok beras mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Serang enam bulan ke depan.  “Kebutuhan per bulannya sekitar 12 ribu ton,” ujarnya.

Katanya, Beras Jaseng dari petani juga sudah didistribusikan untuk program bantuan pangan non tunai (BPNT) sebanyak 200 ton per bulan. Zaldi menegaskan, stok beras Jaseng masih tersedia andai program BPNT masih membutuhkan. “Selama ini BPNT tidak ada masalah karena langsung dibayar kepada pihak penyedia,” jelasnya. (jek/zai)