Pemkab Serang Gelar Coffee Morning dengan Insan Pers

SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang menggelar acara coffee morning dengan insan pers di ruang multimedia, Rabu (14/2) di Pendopo Bupati Serang, untuk bersinergi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Serang.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, posisi yang sangat strategis dalam melihat permasalahan di Kabupaten Serang adalah media. Menurutnya, pers bisa mendiskusikan persoalan di Kabupaten Serang.

“Awak media karena hari-harinya ada di lapangan. Yang pertama kali dikeluhkan masyarakat, yang tahu waratwan,” kata Tatu usai coffee morning, di Pendopo Bupati, Kota Serang, Rabu (14/2). Media sebagai kepanjangan lini bawah terhadap persoalan yang ada di masyarakat, untuk memberikan informasi apa yang dilakukan Pemerintah Daerah.

Dalam rangka Hari Pers Nasional, kata Tatu, bisa menjadi agenda rutin yang dilaksanakan Pemkab Serang. “Dengan adanya kegiatan ini, menjadi masukan-masukan yang bersifat membangun. Itu penting buat kami,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Bappeda Kabupaten Serang Rahmat Maulana mempresentasikan seluruh permasalahan dan persoalan di Kabupaten Serang. Termasuk program kerja yang telah, akan, dan sedang dilakukan oleh Pemkab Serang.

Dalam presentasinya, kemiskinan di Kabupaten Serang masuk pada level mengkhawatirkan mencapai 20 persen penduduk. Tingginya pengangguran sebanyak 17 persen dan 12.700 rumah tidak layak huni (RTLH). Tak cuma itu, sarana kesehatan pun belum memadai dan pendidikan berikut akses jalan yang belum mantap. Untuk itu, pada paparannya, perlu adanya kerja sama dengan swasta dan masyarakat agar segala persoalan bisa terselesaikan dengan baik.

Coffee morning ini, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin, Forkompida Kabupaten Serang, Direktur Radar Banten Grup Mashudi, Direktur Kabar Banten Rachmat Ginanjar, Pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten, Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Pengurus Jurnalis Online Indonesia (Join).

Direktur Radar Banten Grup Mashudi mengatakan wartawan itu bebas menulis. Hal yang terpenting mematuhi kode etik dalam membuat sebuah berita.

“Tahun ini, kami memunculkan berita-berita yang membangun harapan di daerah,” tuturnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).