SERANG – Penolakan masyarakat Padarincang terhadap Perusahaan Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Seran membuat Pemerintah Kabupaten Serang merasa khawatir akan banyak investor enggan menanam investasinya di Kabupaten Serang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Agus Erwana mengatakan, masyarakat perlu diberikan penjelasan tentang energi panas bumi. “Masyarakat sendiri, paparan tentang geothermalnya masih kurang,” kata dia usai kegiatan ekspos dengan PT Sintesa Banten Geothermal di Pendopo Bupati, Kota Serang, Selasa (20/2).

Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait proyek tersebut. Pemerintah bersama perusahaan harus memberikan penjelasan terkait proyek pembangkit tenaga listrik terbarukan ini kepada masyarakat dengan sejelas-jelasnya.

“Kalau perlu dilihat yang sudah ada di Bogor. Kita lihat kesana. Sepanjang banyak manfaatnya lanjutkan. Kalau tidak ada manfaatnya lebih banyak, kami lebih ke (mendukung-red) masyarakat. Kalau itu merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Jika masih ada yang menolak, pihaknya akan terus melakukan penjelasan dan sosialisasi. “Kami terus paparkan, istilahnya kita mengerti bersama-sama. Oleh karena itu, kami mengundang nanti dengan warga, teruntuk yang masih merasa keberatan. Kami fasilitasi,” paparnya.

Kata Agus, ada indikasi pada saat sosialisasi pertama, kemungkinan ada yang belum mengerti terkait energi panas bumi yang menimbulkan penolakan dibangunnya proyek dari Pemerintah Pusat ini. 

“Targetnya harus sampai mengerti. Jangan sampai Kabupaten Serang ini anti investasi. Kami coba terus,” tandasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).