Pemkab Serang Nilai PBLHS di SDIT dan SMPIT An Nadzir Cinangka

Dewan guru SDIT dan SMPIT An Nadzir foto bersama dengan Ketua Yayasan KH Mas'a Thoyyib dan dewan juri PBLHS seusai penilaian , Rabu (26/8/2020)

SERANG – Pemkab Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup mulai melakukan penilaian Perencanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (PLBHS) tingkat kabupaten. Di hari pertama, Rabu (26/8/2020) tim penilai melakukan penilaian di SDIT dan SMPIT An Nadzir, Desa Kamasan, Kabupaten Serang.

Tim penilai yang di koordinatori Kasi Bina Lingkungan Masyarakat DLH Rianto Haryadi langsung disambut oleh dewan guru dan Ketua yayasan KH Mas’a Thoyyib, Lc dengan hangat. Penilaian meliputi antara lain kebersihan lingkungan, drainase, pengelolaan sampah, pemeliharaan tanaman, konservasi energi, konservasi air, dan sebagainya.

Penilaian PBLHS yang dulu dikenal dengan Adiwiyata ini dilakukan rutin tiap tahun untuk mendorong sekolah peduli terhadap lingkungan. Setelah mengikuti PBLHS tingkat kabupaten, selanjutnya sekolah yang memenuhi persyaratan akan mengikuti PBLHS tingkat provinsi.

Ketua Yayasan KH Mas’a Thoyyib di depan dewan juri mengatakan, baru tahun ini sekolahnya mengikuti penilaian PBLHS. “Kami siap untuk mengikuti penilaian ini, semoga memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Kepala SMPIT An Nadzir, Tapa Shidiq Pamungkas mengatakan, sekolahnya sudah menyiapkan persyaratan yang harus dipenuhi. “Kami sangat antusias mengikuti penilaian,” katanya.

Sementara koordinator juri Rianto mengatakan, SDIT dan SMPIT An Nadzir ini sudah bagus karena memenuhi persyaratan penilaian. Secara administratif sudah baik. Begitu juga dengan sarana dan prasarana sudah sangat memadai. “Sudah bagus, banyak indikator penilaian yang terpenuhi,” katanya.

Hal senada disampaikan dewan juri lainnya, Ade. Kata Ade Prayasta, setelah keliling pesantren menemukan pengolahan sampah, kompos, drainase, dan ruang terbuka hijau sudah tersedia. “Para siswa juga kreatif karena membuat kerajinan dari barang bekas,” ujarnya.

Dewan juri PBLHS ini terdiri atas tujuh orang. Mereka adalah Rianto Haryadi (DLH) , Ilham Pradana, Dedi Mawardi, Titin Perihatini (Kemenag), Ahmad Lutfi (Radar Banten), Ade Prayasta (LSM Rekovansi Bhumi), dan Asikin.(alt)