Pemkab Serang Sanksi Guru Cabul

0
950 views

SERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengecam perilaku oknum guru yang mencabuli siswanya di Kecamatan Gunungsari. Pihaknya berjanji akan segera menjatuhkan sanksi kepada oknum guru tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum guru SD di Kecamatan Gunungsari mencabuli sebelas siswanya. Oknum guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) itu melakukan tindakan asusila kepada belasan siswanya di lingkungan sekolah.

Entus mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang untuk menindaklanjuti pengenaan sanksi pada oknum guru tersebut. “Saya sangat prihatin kasus di Cikeusal terulang lagi bahkan dengan korban anak SD dengan lebih banyak,” katanya, Minggu (1/3).

Sambil menunggu proses hukum oknum guru itu berkekuatan hukum tetap, pihaknya akan menghentikan segala hak oknum guru itu sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Saya minta BKPSDM untuk segera berkoordinasi dengan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah-red) untuk langsung menghentikan pemberian gaji dan segala TPP (tunjangan perbaikan penghasilan-red)-nya,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk lebih intens memberikan pembinaan pegawai di lingkungannya. “Dalam waktu dekat saya akan minta diadakan pembinaan yang  difasilitasi BKPSDM, untuk para kepala sekolah,” ujarnya.

Menurut Entus, faktor ulah oknum guru itu paling utama karena kurangnya keimanan kepada Allah Swt. Kemudian, kurang menyadari kedudukan dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru dan seorang pendidik yang dalam kultur sosial memiliki tempat terhormat. “Kurang pedulinya lingkungan sekitar terhadap persoalan yang semestinya sejak dini mendapat perhatian semua,” ucapnya.

 “Kami unsur pimpinan di Pemkab juga merasa pembinaan terhadap para pegawai yang masih kurang dan ini tentunya harus ditingkatkan,” imbuh Entus.

Sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, pihaknya merasa kecolongan atas kejadian di Kecamatan Gunungsari. Ia mengaku akan melakukan pembinaan lebih intens lagi ke sekolah-sekolah. “Dindikbud sering  melakukan pembinaan personal termasuk Kecamatan Gunungsari. Pelaku ini, berarti orang yang tak pernah menyerap materi binaan, dan hanya menurutkan hawa nafsunya,” katanya. (jek/aas/ags)